Langsung ke konten utama

Postingan

Memang Selalu Demikian, Hadi

MEMANG SELALU DEMIKIAN, HADI Setiap perjuangan selalu melahirkan Sejumlah pengkhianat dan para penjilat Jangan kau gusar, Hadi  Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita Pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang Jangan kau kecewa, Hadi  Setiap perjuangan yang akan menang Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian Dan para jagoan kesiangan Memang demikianlah halnya, Hadi 1966 Taufiq Ismail

Menyayangi Ramadhan

Bismillah Sudah lama sekali tidak menengok tempat ini. Tempat biasanya menulis dan curhat ga penting. Tempat terakhir ketika hal-hal tertentu tidak bisa diungkapkan secara langsung dengan lidah. Tapi tidak bisa disimpan dan bahkan ditelan. Sudah lama juga tidak melihat dunia maya. Hai maya! Kalau saat kembali ke realita kehidupan nanti (re:kampus) lalu ditanya apa yang dilakukan selama liburan dan Ramadhan, saya akan jawab: balas dendam. Atas hal-hal yang tidak bisa saya lakukan dengan focus selama kuliah, salah satunya tidur senyaman-nyamannya. Mungkin saya salah, karena selalu menganggap dunia ini kotak dan berkamar-kamar. Ketika harus menjadikannya satu dengan memecah tembok diantara ruang namun belum mampu, lalu untuk melakukannya saya harus mengambil salah satu sisi tapi kemudian saya berdiri di tengah keduanya. Aneh. Mengapa saya mengaggapnya berbeda? Ibarat memancing, analogi Ramadhan 2 tahun lalu bagai menangkap kakap, Ramadhan tahun kemarin  mengumpulkan teri ...

#selftalk: Ujian Ketahanan

Hajat fkup sebentar lagi selesai (re:uas). Saya bilang hajat, karena semua elemen berpartisipasi. Mulai dari jajaran petinggi hingga petugas kebersihan. Dari mahasiswa hingga memanggil alumni untuk jadi pengawas. Bahkan jadi ingat, pernah ada ruangan yang diawasin satpam. Pertempuran 3 minggu bukan waktu yang sebentar. Tapi, persiapan sekitar 4-5 bulan bukan waktu yang panjang pula. Yaa begitulah perang. Persiapannya memakan waktu berbulan-bulan, pada ‘prak’nya mungkin hanya hitungan hari saja. Mempertaruhkan waktu yang sangat lama untuk hasil beberapa saat. Memangnya persiapan perang Badar, pembuatan parit untuk perang Khondaq, hingga persiapan yang dilakukan Al Fatih untuk penaklukannya memakan waktu seberapa singkat? Persiapannya harus dimulai dari yang 'localized' hingga 'systemic'. Melibatkan persiapan jasad hingga ruh. Kuantitas, kualitas, hingga dana. Ya, anggap kuliah adalah persiapan perang ujian. Itupun banyak kesamaan.  Perang ujian yang mele...

La-gila-gi tentang

Tiap enam bulan harus ngerasain beginian. Janji di awal untuk rajin, anti wacana, kemudian terlena (asal ga melena) berminggu-minggu berbulan-bulan, terus panik, mewek-mewek. Threshold stres dan panik tiap semesternya semakin tinggi, semakin kebal, tapi ga pernah ga tegang. Selalu saja panik dan belum siap. Seolah-olah mau mati. Sampai Pak Aep pernah bilang, "barudak teh kunaon.. siga rek maot wae soka teh," terus dokter pengawas sebelahnya bilang, "bapak ga pernah rasain sih.." Ga salah sih kalau tiap semester merasa semakin kebal. Semakin merasa tidak berdosa dikala H-7 masih santai dengan tontonan, H-3 draft belum beres, H-2 masih keliaran di Bandung, H-1 tidur nyenyak sementara basic science nya belum hapal. Hari H tinggal urusan dirinya sama Tuhan, semoga dosa tidak menghalangi, semoga pertolongan-Nya dekat, semoga banyak doa menyebut namanya untuk kejadian hari itu. Begitu pun saya. Kelima kalinya pakai baju yang sama buat sooc*, beruasaha terlihat ra...

H-5 E1 HIS

Yang tidak dinanti akan segera datang 5 hari lagi. Di hari pertemuan terakhir tadi, kami memutuskan untuk botram makan siang. Hari Rabu kami sudah sangat excited membagi-bagi bawaan makanan, tidak seperti membagi-bagi LI (haha yaiyalah .___.). Kamal bawa nasi goreng, dila sama rani bawa ayam, shira bawa soda, netia bawa brownies, nur dan tendy bawa buah, dika sama atika bawa es buah wiscar, vinod bawa molen, hong yi sama jeremy yang harusnya bawa peralatan makan malah ga bawa :|. Untungnya shira dan kamal inisiatif membawa gelas dan box serta kertas nasi. Karena Hadi satu-satunya diantara teman-teman E1 lain yang tinggal di rumah, jadi kebagian bawa masakan rumah: capcay! Anak kosan rantau mana coba yang gak kangen sama masakan ibunya sendiri? Semoga jadi penghibur lara di kala so*ca datang namun makanan di jatinangor tak kunjung berubah. Anggap saja capcay masakan dari Ibu hadi ini adalah dari Ibu teman-teman juga. kebiasaan orang Indonesia: foto makanannya dulu. Woles lah yang pe...

H-7

Banyak hal yang tidak bisa ditangkap oleh panca indra manusia yang serba terbatas diciptakan. Hal-hal yang diluar keterbatasannya akan sulit diterima oleh logika berfikirnya. Kita mengenal istilah delusi, halusinasi, sampai gila berkenaan dengan hal ini. Apa yang membuat manusia bisa melihat, mendengar, merasa, diluar batasnya adalah kepercayaan. Islam mengajarkan iman kepada hal-hal yang ghaib, hal-hal yang tidak bisa disentuh oleh ruang manusia. Allah, malaikat, surga dan neraka, sampai bisyarah rasul.  Gelar ash-shidiq yang disematkan pada nama Abu Bakar ra adalah karena "kemampuan" ini. Isra Mi'raj bukanlah hal yang mampu dinalar oleh keterbatasan manusia. Maka wajar bila gelar Rasul dari Al-Amin berubah jadi Al-majnun. Kalau saya bilang saya tadi baru terbang ke langit ke tujuh, itu baru waham (perlu digaris bawahi juga kepercayaanny). Oleh karenanya, menerima Islam tidak hanya bisa dengan logika. Ia diterima pada mereka yang mau berfikir. Berfikir dan membu...

Risk

"Yaudah sih jalanin aja~" Saya ga bisa jalanin begitu aja. Banyak terlintas hal-hal macam tujuan, pertimbangan, manfaat, risiko, dll. Gamau menjalankan yang sia-sia. gamau menjalankan apa yang saya tidak mau. Walau pada akhirnya terjebak lagi dengan kalimat itu. Setidaknya menjalani lebih baik daripada lari dari kenyataan harus menghadapinya. Face it, hadi ! "Yaudah sih, jalanin aja~" Yaudah deh jalanin aja. Jalanin aja pilihan-pilihan hidup itu, artinya jalanin juga risiko atas pilihan itu. Toh esensi memilih adalah meninggalkan. |With great choices come great investment, consequence, and risk| sulit ya jadi manusia indecisive hidup di dalam dunia yang banyak opsi.