Langsung ke konten utama

Postingan

Long life Learner

Besok uts, tapi, saya mau nulis dulu, sebelum membaca. *padahal idealnya baca dulu kan* Jadi ceritanya, besok uts EMS alias sistem endokrin. Tapi 2 minggu kemarin kami sudah masuk NBSS alias sistem persyarafan dan behavioral. Itu tuh kaya mengejar EMS dan dikejar NBSS. Pasalnya, NBSS itu nyeremin pake banget buat saya. Iya. NBSS itu sistem yang paling saya takutin dari awal. Saya takut, saya gagal paham. Waktu SMA, saya belum menyinggung sistem ini. Dan, bukan hanya bagi saya kok. Bagi temen-semen yang lain juga, ini sistem yang melelahkan. Kami harus belajar neurologi, psikiatri, dan sistem indra dalam waktu 10 minggu. SKS nya paling berat. Kalau gagal sistem ini sama aja gagal semester ini.  Kan sedih. Jadi wajar butuh effort lebih untuk memahaminya. 10 minggu. Itu waktu yang terlalu singkat untuk menyelami dunia NBSS. Seperti kata dokter kami. Bahkan waktu satu semester pun ga akan cukup untuk mendalaminya. "Tapi kakak tingkat kalian bisa kan?" -_____- Saya pribad...

Kembali

Idul Qurban tahun ini sudah terlewati. Entah respon apa yang harus diberikan. Antara senang, tapi senang seolah-olah menggugurkan kewajiban. Sedih juga, masih jauh dari teladan yang dikasih Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.  Seperti masalah pengorbanan. Sudah lapang hati, tapi mendengar cerita dari orang lain tentang aku yang melewatkan banyak hal, rasanya jadi menyesal. Butuh pengingat lagi, tidak ada yang perlu disesali, atas setiap decision making yang sudah dibuat. Selain itu, minggu ini pula minggu paling kelewatan kejam. Karena Senin libur, hari Kamis yang harusnya kosong jadi ada jadwal, yang artinya, LI satu malam. Ditambah jadi ketua case sistem baru. Banyak yang harus ditunaikan atas apa yang telah ditunda sebelum-sebelumnya. Saya tahu, saya salah kalau saya merasa hanya saya sendiri yang mengalaminya. Dan baru pertama kali pula, saya menengerjakan LI diwaktu istirahat. Bukan keren sih itu mah. Yang saya rasa, saya terharu. Ingat masa-masa di bale, waktu masi...

tutor #4

Dibawah langit hujan, Hari ini ngantuk banget pagi-pagi. Pas tutorial apa lagi. Sok-sok an menghadap ke depan, padahal matanya merem. Padahal lagi, ini tutor terakhir EMS. Efek pulang malem semalem sebelumnya. Nungguin di bale yang sudah sepi sampai jam setengah 11. Terus pulang dengan kecepatan kilat. Kalau Nabi Muhammad naik buroq bisa dalam waktu semalam pp dari Mekkah ke langit ketujuh, ini dalam waktu 15 menit saja dari kampus udah nyampe rumah, yang idealnya ditempuh 45 menit. So fast. Tapi langsung beku dan ga bisa tidur ._. Hari ini, semua orang pada pulang. Menjemput hari raya Adha. Gatau kenapa, saya gasuka efek perpisahan tutor kali ini. Kelompok tutornya mirip sama tutor ke #2, cuma mengexclude Chibi, Rikho, dan Nisa dan disubstitusi oleh Yuki, Radita, dan Adila.  Kelompok tutor yang kalau kata dr. Sekar, kelompok tutor bisik-bisik. Soalnya kalau ngomong bisik-bisik semua. Kelompok yang orang-orangnya datangnya selalu teng tepat waktu, bahkan selalu aja...

The Activist

Judul ini, saya peruntukan buat teman-teman aktivis, yang sudah pasti sangat strong menghadapi tantangan. Maaf kalo ada yang tidak berkenan dan sangat random :| Kalau tiap sore habis pulang kuliah, Student Center pasti penuh. Mulai dari lantai 3 yang latihan, lantai 2. Dari masjid, WC, dan semua ruang KKM. RRB, bukan Ruang Rapat Bersama, tapi Ruang ReButan. Ruang KKM apa dipake sama KKM apa. Sampai lantai satu, dari kantin yang dipenuhi orang makan, orang rapat, orang nunggu, sampai orang galau. Koridor depan-samping penuh dengan lingkaran rapat. Kalau penuh, bisa invasi ke koridor bangunan lain. Atau kalau udah acaranya, ruang teater suka penuh. malahan rebutan ._. Kalau pas kuliah, terus ditanya, "habis ini mau kemana?" Pasti udah punya kegiatan. Mau rapat ke, mentoring ke, atau pulang, ya bebas. Ada juga yang suka curhat, "Aduh aku bingung, ada rapat A sama acara B, pingin ikut dua-duanya. tapi waktunya barengan. kata kamu ikut yang mana ya?" Atau ga ...

Anatomy, Beruntung?

Sudah 2 case berturut-turut ini, saya selalu dapat LI (learning issue, PR kali ya?) tentang anatomy. Sebelumnya, 2 case berturut-turut juga dapat BHP PHOP CRP. Kalau case depan dapat LI anatomy paket lagi, fix. Fix dapet gelar penerjemah maksud Tn. Moore dalam bukunya: Anatomy. Atau dapet piring gratis juga gapapa lah. Saya dari SMA udah menyenangi anatomy. Dan mungkin, part yang saya suka saat kuliah adalah belajar anatomy. Tapi itu baru muncul sekarang-sekarang. Mungkin saat semester 2 adalah fase terjenuh, seenak apapun dr.Fifi ngajar kata orang-orang pas lab act, deuh, buat aku kaya dongeng. Mental semua.  Makanya, saya menyesal ga serius waktu itu. Padahal, saya sadar saya senang mempelajari anatomy, ga henti-henti bilang, "Subhanallah" dan "Alhamdulillah".  Tadi, sewaktu lab, metode yang dipilih dokternya adalah presentasi, review materi anatomy hypothalamus, hypophisis, pancreas, dan adrenal. Tiba-tiba ga ada angin ga ada hujan, saya dengan amat ...

Random

Tadi lab activity, belajar anatomi, terus lihat jasad manusia.  Jasad yang Allah titipkan pada ruhnya, yang ia pakai untuk beramal, beraktivitas, bekerja, dan menunjang kehiudpannya. Lalu ada di depan kami, sudah dalam keadaan asalnya. Bau formalin menyerebak. Bikin perih dan menutup hidung. dr. Arifin siap dengan masker, gloves dan scalpel-nya. Kami, siap dengan mata dan hati serta pikiran kami. Jasad tanpa kepala dengan tubuh yang sudah terbuka, kami melihat isinya, di depan kami. Ada juga yang hanya kumpulan organ di abdominal cavity, setelah sebelumnya melihat otak. Wahai ruh jasad ini, Apakah engkau melihat, kami yang memerhatikan jasadmu dengan tatapan yang tidak enak, sambil menutup hidung? Kami yang melihat luar dan dalam tubuhmu yang sudah mengeras, kami yang membuka-buka, mengacak-acak bekas jasadmu? Membelah dari kulit hingga fascia dan tulang serta pembuluh darahmu?  Kurang apalagi coba, untuk bersyukur dan bersyukur, selalu diingatka...

communication disorder #2

kalau communication disorder kemarin karena sulit mem-verbal-kan, kali ini benar-benar miss communication. Ini sih emang udah sering terjadi. Sama siapa-yang-sudah-pasti-kiranya-siapa. Dikirain, hubungan kita sudah membaik. Tapi ternyata, masih butuh komunikasi yang lebih giat dan lancar lagi. " atuh kan, kalian masih butuh komunikasi. Kalau ada apa-apa coba omongin bareng-bareng. Jangan sangka-sangkaan." Ibu sudah menyadari sejak lama, betapa not-going-well-nya kami. Hanya saja, hanya saja, gap di antara kami sudah berkurang dan berkurang. :'). Ya, tiap dari kami sudah besar, sudah paham. Mungkin, dia juga menyadarinya. Sayangnya, aku ga bisa berharap banyak, punya sosok minimal Fujimaru. Tapi, tapi, dan tapi, tidak ada apa-apa kok :D ya, punya masalah jangan dipendem sendiri, jangan diemut sendiri. coba cerita, pada siapa, yang seharusnya sudah menjadi tempat kembali. #selftalk