Langsung ke konten utama

Anatomy, Beruntung?

Sudah 2 case berturut-turut ini, saya selalu dapat LI (learning issue, PR kali ya?) tentang anatomy. Sebelumnya, 2 case berturut-turut juga dapat BHP PHOP CRP. Kalau case depan dapat LI anatomy paket lagi, fix. Fix dapet gelar penerjemah maksud Tn. Moore dalam bukunya: Anatomy. Atau dapet piring gratis juga gapapa lah.

Saya dari SMA udah menyenangi anatomy. Dan mungkin, part yang saya suka saat kuliah adalah belajar anatomy. Tapi itu baru muncul sekarang-sekarang. Mungkin saat semester 2 adalah fase terjenuh, seenak apapun dr.Fifi ngajar kata orang-orang pas lab act, deuh, buat aku kaya dongeng. Mental semua. 

Makanya, saya menyesal ga serius waktu itu. Padahal, saya sadar saya senang mempelajari anatomy, ga henti-henti bilang, "Subhanallah" dan "Alhamdulillah". 

Tadi, sewaktu lab, metode yang dipilih dokternya adalah presentasi, review materi anatomy hypothalamus, hypophisis, pancreas, dan adrenal. Tiba-tiba ga ada angin ga ada hujan, saya dengan amat tidak-beruntungnya dipanggil untuk jelasin yang adrenal. Rasanya sesak saat yang lain mengeluarkan napas yang sempat ditahan karena deg-degan namanya dipanggil.

Kata teman saya, saya orang yang beruntung. Soalnya, " Untung kamu presentasi yang adrenal, Had. Kan LI sendiri."

Iyap, itu LI saya sendiri, yang otomatis, saya sudah membacanya dan memahaminya, dan beruntungnya lagi, baru dibahas tadi paginya, jadi masih anget-anget di otak. Berbeda sama 2 teman saya sebelumnya, yang harus menjelaskan materi beberapa minggu yang lalu, yang belum tentu dibaca kembali karena gatau harus presentasi dan ditunjuk pula ._.

Saya menimpali, "Kamu lah yang beruntung, ga dipanggil ke depan,"

Dan lalu, kami malah saling melemapar jadi siapa yang beruntung? Hingga saling berfikir dan diskusi, hingga kami sampai pada suatu ayat,
" Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dari tuhannnya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung," (Q.S 2:5)

mendapat petunjuk? bukankah itu yang selalu kita minta pada-Nya?

Berdasar pada ayat itu, saya jadi ga berani sembarang bilang, "Beruntungnya aku." Emang apa jaminannya?

Ya, itu bukan versi KBBI yang biasa dipakai dalam kehidupan kita. Toh hari ini, saya memang merasa beruntung, saat kedepan tadi, materi sudah dikuasai, teman mau pinjemin handoutnya buat ngebantu, semua senang , saya rasa begitu :')

Tapi, beruntung itu, kalau Allah ridho kan?
" Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang Engkau ridhoi, bukan jalan orang-orang yang sesat."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...

SOOCA perdana :')

Hai! Hari ini hari yang penting bagi kami. Hari yang mungkin merupakan klimaks uts. Ada ujian apa? ada sooca ! Ye!!! Jadi ujiannya sih sebenernya biasa aja. Sebenernya. Tapi, uts disini tuh berasa berattt... banget. Masa galau Cuma uts doang? Ya mungkin uts perdana kali ya. Tapi sama deg-degannya dengan mau ngadepin snmptn. Pusingnya juga. Capenya juga. Setelah melewati tahap satu dengan 200 soal bahasa inggris atau yang kemudian disebut dengan MDE atau multidisplinary examination part satu tentang biokimia, lalu tahap dua, ujian CRP atau clinical research program yang ujiannya menurutku out of the box, hari ini, tahap yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilewati dengan penuh kesungguhan, harapan, dan harus prognosis yang ad bonam , yang katanya sih, kamu harus bilang ‘wow’, yaitu sooca yang sesuatu banget. Sooca itu ujian lisan. Pertama kita dateng pagi-pagi. Terus diisolasi dalam ruangan yang kamu Cuma bisa melihat, bernafas, dan pada akhirnya belajar! Atau ...

tutor #2

tendy-assica-icha-dila-cibi-rikho-diyar-wardah-nisa-hadi-salma Tutor B2 *berprestasi banget* Iya, ini tutor berprestasi banget, soalnya dosen wali kita adalah jeng. dosen wali kita bukan dokter! yang terkenal di dunia per-lab-act-an tahun satu, yang akan mendoakan setiap laki-laki agar menjadi imam yang baik, yang siapa cepat dialah yang berprestasi. Iya, jadi ceritanya baru sekitar sebulan yang lalu kita dikasih (?) dosen wali, dan betapa terkejutnya kita dapet beliau ini, sementara yang lain dosen walinya dokter... apalagi yang grup e-f, dokternya dokter yang zaman kekinian, masih muda. Yaudah sih, biar jadi tutor berprestasi. Foto ini diambil hari senin pagi, waktu tutor case hypoglicemia, sama dokter tutornya. Asli, tutorialnya saat itu, ga seperti arus tutorial, karena tutor kita saat itu adalah... dr.syamsudin :D. Kadept biokimia, yang baik banget, selalu ngasih LO* #eh , iya katanya dokter ini tuh suka bagi-bagi coklat, tapi pas di tutor kita ga pernah tuh...