Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang sekeripsi lagi

Bismillah, Sebelum menulis revisi-an, saya mau nulis ini dulu Jadi ceritanya, awal tahun ini diawali oleh sidang skripsi yang cuman 3 sks, tapi mempengaruhi kelulusan, mempengaruhi waktu bisa ikut koas atau engga. Sebenarnya sih, ada kejadian lain di awal tahun 2016 ini yang ga bisa saya ceritakan banyak disini. Tapi kejadian itu, adalah mood booster buat saya pada umumnya dan ‘adik’ saya pada khususnya. Mari kita lihat apa yang terjadi (khususnya pada saya) pada Selasa, 5 januari 2016 sekitar jam sepuluh di gedung FK eikman Percayalah, bahwa sebelum senyuman di foto itu tercipta, banyak kejadian yang berurai air mata, yang mengiris hati, menguras dompet, dan hal-hal yang kalau kata Ali bin Abi Thalib, “yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani) yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.” Walau mungkin saya tak tahu apakah yang saya lewati itu benar-benar “sakit” yang dirasakan Ali dan a...

Akhir Siklus #2

You did it Hadi! Alhamdulillah alaa kulli haal Malu malu banget. Kalau kata Thufail bin Adi, pemberian Allah itu sempurna tapi ibadah kita (saya) banyak cacatnya. Well, kemarin saya baru osce. Dan hari ini such unproductive day. Jadi ceritanya, hari Minggu sebelum ujian, ibu bertanya sampai kapan aku ujian. Terus saya jawab, minggu depan. Lalu meminta agar hari Rabu bisa ambilkan rapot untuk salah 1 adik saya, karena Ibu mau ambilkan rapot untuk 2 adik saya yang lain. Ya begitulah menjadi kakak dengan adik yang banyak. Saya bilang, hari Rabu belum tau bisa atau tidak, karena Rabu adalah jadwal remedial ujian yang hari Senin dan Selasa. Saya kebagian ujian osce hari Senin. Kalau misalkan ada yang harus diremedial, maka hari Rabu saya tidak bisa. Parahnya, ujian hari senin, 14 kasus skills nya baru saya hafal dari hari Minggu nya jam 3 sore. Bagus banget, Had. Pakai kekuatan kepepet. Mana buta banget yang eye exam sama mse gara2 pas skill lab gak memperhatikan dengan baik. Par...

Akhir siklus

Alhamdulillah alaa kulli haal Soca itu uda kaya siklus hidupnya anak fk. Muter aja disitu. Dari setelah soca yang niatnya mau ngedraft habis case sampai fase acceptance dari 5 stage of grief itu pasti kelewatin. Dari yang semangat sampai rasa kecewa, kemudian syukur :") Alhamdulillah alaa kulli haal Kemarin dengan resmi saya mengakhiri siklus itu untuk di jenjang s1. Walau nanti pas pspd siklus itu akan ada lagi dengan level yang berbeda. Setidaknya, saya bisa istirahat dengan tenang tabpa ngebayangin 6 bulan lagi saya akan mengulangi hal yang sama. Gatau sih ntar pspd kaya gimana ceritanya Alhamdulillah alaa kulli haal Really last soca kemarin saya merasa pertolongan Allah sangat dekat. Duh kapan sih Allah lupa sama kita tapi kita sering ingat Allah hanya pas butuh. Amalan saya banyak cacatnya, tapi minta banyak hal duniawi sama Allah dan selalu aja dikasih walau ga selalu dalam bentuk yang diinginkan. Ya Allah, sertakan ridho Mu disetiap pemberian Mu. Iya, jadi cerit...

Sekeripsi lagi

Besok tanggal submit draft artikel jurnal Dan jurnal saya masih dalam tahap revisi sama pembimbing 1 detik ini Dan beliau lagi terpisahkan jarak beribu ribu km dan waktu 6 jam dengan saya disini Dan saya kepikiran terus Dan saya masih digantung Dan besok juga masih ada perseptoran Dan saya belum buat li Dan saya ga bisa ngerjainnya karena ga tenang Hufft Sekiripsi aka jurnal aka artikel something itu bener2 bikin saya kualahan mental. Padahal saya tau dan menyadari bahwa hei ini ga ada apa apanya kalau kamu melihat jauh ke ujian orangtua kita dahulu. Saya udah gabisa setenang mungkin menghadapinya. Saya sedang bekerja dibawah tekanan. Tekanan dari berbagai macam hal yang minta diselesaikan. Sampai saya kena peringatan tentang orientasi hidup dan tujuan, "fa aina tadzhabun, maka kemanakah kamu akan pergi?" Kondisi lagi kaya gini tuh pinginnya dimengerti oleh semua orang, tapi ga mungkin. Sadar posisi, bahwa kelak pun orang lain ga peduli kamu lagi dalam keadaan a...

Our deepest condolences

Mau ikut-ikutan komentar tentang seorang dokter muda yang berpulang di tengah pengabdiannya. Beritanya udah rame banget. Di hari kesehatan nasional ini, kami berduka dengan pulangnya sejawat yang tengah internship di pelosok negeri. Timeline saya hari ini penuh dengan cerita tentang beliau yang membuat saya seolah-olah kenal, padahal, kenal namanya saja, baru. Menyoroti lebih jauh lagi, saya, mahasiswa yang nanti juga mungkin akan mengalami hal yang sama. Seperti yang diceritakan sebelumnya, profesi ini berisiko tinggi. Berisiko tinggi 'mengambil' nyawa orang lain, berisiko tinggi gagal, berisiko tinggi dibayar murah, berisiko tinggi menjadi sakit (kontra dengan tugasnya yang mengusahakan kesehatan), dan tentunya berisiko tinggi dihujat dan dituntut. Sedih? Tidak. Takut? Iya Saya takut saya gagal untuk mengabdi. Allahu rabbi, kuatkan!

Rumah Sakit, Pasien, dan Saya

Paparan sejak dini dengan orang sakit dan lingkungan mereka berkumpul sudah mulai dilakukan. Setidaknya 2 hari dalam seminggu selama 10 minggu (baru 5 minggu sih, dan akan menjadi 10 minggu) kami di fasilitas layanan primer aka puskesmas, dan proses pengambilan data skripsi yang membuat saya bulak-balik ke rshs sepulang kuliah, cukup memberikan efek untuk saya. Di puskusmas, saya lebih senang mengobservasi pasien dan dokternya saat mereka berinteraksi. Jujur, saya sendiri saat itu ngerasa lagi ga ada passion dengan hal2 berbau tindakan. Saya sedang lebih senang mengamati, tanpa saya harus berbicara dengan mereka. Di rumah sakit, pertama saya sangat menyesali rekam medis yang begitu pabalatak dan tidak lengkap. Kedua, saya sangat sedih membaca kisah mereka dalam lembaran hasil anamnesisnya. Terlebih, saya mengambil data pasien anak. Makin baperlah saya, seusia seharusnya mereka berbahagia, apa yang mereka pikirkan? Sekuat apa tulang kedua orangtuanya? Perjalanan dari ruang ...

Sekeripsi

Sebenarnya udah dimulai sejak 8 bulan yang lalu. Tapi kini paniknya sudah mulai menuju klimaks. Skripsi, yang katanya, kalau tidak ada huruf s akan terdengar seperti "creepy". S nya apa? Siap, sungguh-sungguh. Iya lagi-laginya, saya sudah mulai tidak sungguh-sungguh. Dan disaat seperti ini, muncullah banyak hal tak terduga. Setiap orang punya cerita skripsinya masing-masing, termasuk saya. Seperti, jatuh keserempet motor, hp yang kegeleng mobil, jas alma yang lupa dibawa saat sidang UP, kemudian hp yang hilang lagi, lalu mengubah skripsi jadi pkm p dalam waktu kurang dari seminggu. Ya Allah, You know me so well. Ini belum berakhir. Saya semakin ingin mengiris jari bahwa saya harus mengambil data ke banyak kota, dimana tiap kotanya mungkin cuma 2 rumah atau bahkan cuma 1 rumah yang bahkan saya gatau alamat mereka dimana. Sementara semuanya harus diakhiri dalam waktu sebulan saja. Ya Allah, You know me the best. Berikan aku S di antara kata yang terdengar "creepy...