Langsung ke konten utama

Akhir Siklus #2

You did it Hadi!

Alhamdulillah alaa kulli haal
Malu malu banget. Kalau kata Thufail bin Adi, pemberian Allah itu sempurna tapi ibadah kita (saya) banyak cacatnya.

Well, kemarin saya baru osce. Dan hari ini such unproductive day.

Jadi ceritanya, hari Minggu sebelum ujian, ibu bertanya sampai kapan aku ujian. Terus saya jawab, minggu depan. Lalu meminta agar hari Rabu bisa ambilkan rapot untuk salah 1 adik saya, karena Ibu mau ambilkan rapot untuk 2 adik saya yang lain. Ya begitulah menjadi kakak dengan adik yang banyak.

Saya bilang, hari Rabu belum tau bisa atau tidak, karena Rabu adalah jadwal remedial ujian yang hari Senin dan Selasa. Saya kebagian ujian osce hari Senin. Kalau misalkan ada yang harus diremedial, maka hari Rabu saya tidak bisa.

Parahnya, ujian hari senin, 14 kasus skills nya baru saya hafal dari hari Minggu nya jam 3 sore. Bagus banget, Had. Pakai kekuatan kepepet. Mana buta banget yang eye exam sama mse gara2 pas skill lab gak memperhatikan dengan baik. Parahnya juga belum belajar, baru belajar J- 16 dan masih sempet tidur. Niat begadang juga cuma niat aja sih.

Esoknya, saya berangkat jam 6 kurang. Datang-datang langsung ngafalin lagi. Sebelum berangkat, saya sempat nonton video yang eye exam karena yang itu paling buta. Dan ternyata, saya dapat cloter pertama. Bagus banget.

Sambil jalan, sambil nunggu dimulai, review lagi sama temen2. Daaan baru inget kalau aku belum hafal poin2 pertanyaan mse. Pas mau review, eh disuruh masuk. Osce kali ini ga ada station istirahat. Daaaaan bagusnya lagi stationn pertama adalah mse. Makin bagus lah osce saya hari itu. Yang ngujinya pun dokter yang ngajar waktu skills lab lagi. Dan kena marah, haha, udah kebal sih dok.

Entah kenapa di wing itu isinya dokter2 yang jadi resource person waktu skills lab. Makin sedih, kalau gatau gabisa sepik :"). Semua station banyak yang saya takutin. Kaya station lumbar puncture, takut gagal nusuk, takut airnya ga keluar. Eh alhamdulillah netes airnya dengan lancar. Terus station prevention disabilities, kacau banget ngomongnya karena waktu skills lab juga latihannya ga bener. Station yang eye exam, saya takut gabisa balikin kelopak mata atas pasien nya. Tapi alhamdulillah berhasil. Nah yang station counselling, case nya parah banget... gatau harus ngomong apa. Pas ditanya pasien saya gatau jawab apa. Terus dibilangin dokternya, "kamu belajar lagi ya dek," station yang vaksin alhamdulillah lancar karena waktu di puskesmas salam banyak diem di KIA liatin bidan nya ngevaksin jadi bisa :)) dokternya juga baik. Nah station yang terakhir, breaking bad news, yang saya ga suka, karena ini station penuh drama, yang penuh akting.

Intinya, pas pulang saya khawatir akan di remedial yang station mse dan counselling. Pas pulang ujian, Ibu tanya, gimana jadi hari Rabu, bisa? Secara ga langsung bertanya, gimana ujiannya, bisa?

Saya bilang belum tahu. Hasilnya baru diumumkan selasa, jadi gatau. Kalau harus remed, Ibu harus minta tolong sama yang lain. Ibu malah bilang, "Anggap saja hari Rabu bisa ya," secara ga langsung bilang, "Insya Allag langsung lulus satu putaran." Hufft.. perkataan orangtua memang menenangkan :") Begitu percaya dengan kemampuan saya, padahal saya sendiri udah banyak pesimisnya.

And finally, you did it well, Hadi. Last osce di sked: one shoot. Sekarang tinggal mengumpulkan serpihan serpihan draft osce buat persiapan ke level baru!

Selangkah lebih dekat.

Selasa, 22 Desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalur Belakang

cuma mau cerita, ga bermaksud dicontoh, kecuali Anda menemukan hal yang patut untuk dicontoh Tadi pagi, aku jadi anak nakal FK. Kenakalan mahasiswa untuk pertama kalinya (rasanya begitu). Kalau cari pembenaran, banyak. Ini bukan salahku. Aku sudah punya rencana. Informasinya telat. Yang lain juga begitu. Tadinya ga akan kaya gini bu, cuman... bla bla bla . Mungkin aku bilang begitu, kalau nanti ibu asrama tanya. Aku sudah punya rencana, kalau Sabtu pagi pagi seperti aku berangkat sekolah, aku akan pulang ke Bandung. Aku punya rencana dan janji yang ingin ditunaikan, sekaligus menghilangkan homesick bulan september. Tapi, ancaman ini datang malam sebelumnya. Sekitar 10 jam sebelum aku akan keluar dari asrama. Jrengjreng... jarkom telat. Kalau seharusnya, hari ini, 2012 fk, wajib ikut lustrum XI, peringatan dies natalis fk ke 55. Dengan dresscode batik. Rencana pulang bukan aku saja yang punya. Cobalah, kau tanya anak-anak bandung, atau sekitarnya, bahwa pulang ada di age...

SOOCA perdana :')

Hai! Hari ini hari yang penting bagi kami. Hari yang mungkin merupakan klimaks uts. Ada ujian apa? ada sooca ! Ye!!! Jadi ujiannya sih sebenernya biasa aja. Sebenernya. Tapi, uts disini tuh berasa berattt... banget. Masa galau Cuma uts doang? Ya mungkin uts perdana kali ya. Tapi sama deg-degannya dengan mau ngadepin snmptn. Pusingnya juga. Capenya juga. Setelah melewati tahap satu dengan 200 soal bahasa inggris atau yang kemudian disebut dengan MDE atau multidisplinary examination part satu tentang biokimia, lalu tahap dua, ujian CRP atau clinical research program yang ujiannya menurutku out of the box, hari ini, tahap yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilewati dengan penuh kesungguhan, harapan, dan harus prognosis yang ad bonam , yang katanya sih, kamu harus bilang ‘wow’, yaitu sooca yang sesuatu banget. Sooca itu ujian lisan. Pertama kita dateng pagi-pagi. Terus diisolasi dalam ruangan yang kamu Cuma bisa melihat, bernafas, dan pada akhirnya belajar! Atau ...

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...