Langsung ke konten utama

Tentang sekeripsi lagi

Bismillah,

Sebelum menulis revisi-an, saya mau nulis ini dulu
Jadi ceritanya, awal tahun ini diawali oleh sidang skripsi yang cuman 3 sks, tapi mempengaruhi kelulusan, mempengaruhi waktu bisa ikut koas atau engga. Sebenarnya sih, ada kejadian lain di awal tahun 2016 ini yang ga bisa saya ceritakan banyak disini. Tapi kejadian itu, adalah mood booster buat saya pada umumnya dan ‘adik’ saya pada khususnya.

Mari kita lihat apa yang terjadi (khususnya pada saya) pada Selasa, 5 januari 2016 sekitar jam sepuluh di gedung FK eikman






Percayalah, bahwa sebelum senyuman di foto itu tercipta, banyak kejadian yang berurai air mata, yang mengiris hati, menguras dompet, dan hal-hal yang kalau kata Ali bin Abi Thalib, “yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani) yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.” Walau mungkin saya tak tahu apakah yang saya lewati itu benar-benar “sakit” yang dirasakan Ali dan apakah saya melewatinya dengan sabar.

Seperti..

Harus kehilangan HP dua kali
Harus jatuh dari motor dua kali
Harus sabar menunggu dokter saat mau bimbingan, sementara deadline terus mendekat

Harus tetep kuliah dan ngerjain tugas lainnya sementara  harus ambil data sampai ke luar kota (walau pada akhirnya tidak saya lakukan karena keterbatasan saya)

Harus menunggu kepastian, bahkan sampai beberapa jam sebelum deadline, nasib saya saat itu gak jelas bisa submit tepat waktu atau tidak. Tidak tepat waktu berarti menunda sidang. Menunda sidang berarti menunda yudicium, berarti menunda wisuda bareng-bareng.

Harus disepet sama dokter pembimbing

Bahkan yang epic adalah… ketika saya harus submit jam 4 maksimal di Jatinangor, sementara sya masih di Bandung dengan status skripsi saya gatau kabarnya karena belum terima email dari dokter pembimbing yang lagi di LN. daan saya kena marah karena saya mepet ke deadline kirim emailnya, terus banyak miskom nya sama beliau, dan saya melakukan revisi di motor! Yaa.. sambil dibonceng sambil ngetik -____- alhasil nyampe nangor saya langsung mual-mual. Selama kurang dari 2 jam saya revisi skripsi Bahasa Inggris saya yang pabalatak, dan taulah, hasilnya tidak akan masksimal, tapi dokternya baik banget mau mengirim pernyataan sudah menyetujui padahal belum lihat hasil revisi saya.

Sampai nangis padahal udah ngumpulin draft skripsinya, karena merasa gak maksimal selama proses

Harus tegang, takut, dan tertekan, karena saya dapat penguji prof H yang merupakan editor jurnal internasional, senior dari dokter pembimbing saya, sampai dokter pembimbing saya bilang, “jangan malu-maluin saya ya nanti di sidang!” #jleb. Dapet penguji dr.B yang ahli banget penelitian yang penelitiannya udah kemana-mana.

Dan alhamdulillah… Allah melancarkan lisan saya saat sidang. Allah melancarakn prosesnya. Saya ga minta banyak, yang penting lulus aja. Dan Allah kasih lebih banyak nikmat lagi.

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal

***

Terima kasih banyak buat Ibu, yang gak pernah bosan dan alpa mendoakan. Sayaa percaya ibu ga pernah lupa untuk nyebutin saya dalam doa nya, walaupun saya jarang banget punya banyak waktu buat ibu padahal gak ngekos. Padahal tinggal di rumah tapi sering abur-aburan. Daan percaya bahwa saya anak perempuan yang tidak melakukan hal-hal yang buruk walau jarang sekali ada di rumah.

Terima kasih terhormat buat Bapak, yang selalu nyepet saya karena saya yang abur-aburan itu. Biarpun begitu, Bapak udah berpartisipasi banyak dalam keberhasilan skripsi ini, karena bersamanya saya ambil data sampai ke pelosok gang-gang, sampai hujan-hujan an dan muter-muter gak puguh karena alamat yang ga jelas. Dan terima kasih sudah mau percaya bahwa saya bisa dan akan bertanggungjawab atas apa yang saya lakukan, dan yang terpenting apa yang saya emban. 

Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaa nii shoghiroo. Mohon maaf karena berikutnya saya masih menjadi beban.

Terima kasih banyak berikutnya buat dua pembimbing super baik dan ahli, yang percaya banget sama saya bisa melakukan hal nekat ini. Dokter menyepet saya karena memang itu salah saya, dok. Tapi sesungguhnya itu karena dokter percaya sama saya. Percaya sama saya dan selalu bilang, “untuk ukuranmu ini sudah bagus,” padahal nyatanya….zzzzz….dan siap membela saya kalau-kalau saat di sidang saya dicecer oleh punguji, hehe.

Terima kasih lagi buat teteh putri batu, bu bidan, teteh analis strong, teteh elektro dan bu guru karena sudah menjadikanku salah satu lingkaran terdalam mereka, walau Hadi selalu baeud, betean, bad mood, dan ngeselin banget-banget tiap dateng. Jagalah kami, ya Allah.

Buat mamahnya dhira, mamahnya yonika, dan seseorang yang selalu sabar mengahadapi kesibukan saya serta menjadi saksi pecahnya tangis dan lelahnya saya yang gak puguh ini. Yang selalu percaya pada Hadi :’). Ada dihadapan mereka membuat saya selalu malu, bahwa saya masih malu dan takut terhadap manusia, bukan malu kepada Allah yang sudah selalu baik dan kasih nikmat lebih banyak sama saya. 

Terima kasih buat geng annaba’, walau mungkin kita udah gak pake istilah itu lagi. Buat adik2 mentor aisyah khususon muti dan awil dan geng janissaries. Juga adik2 dari lingkaran terdalam saya. Lewat kalian, Allah menjaga saya. Biar saya selalu ingat tujuan awal dan tugas utama saya. Dititpi kalian adalah antara beban dan anugrah. Khususon buat calon petinggi mata yang belakangan ini sampai detik menuju sidang bikin saya selalu malu, kalau skripsi dan tetek bengeknya gak ada apa-apanya dibanding perjalanan kita :). Jagalah kami, ya Allah.

Terima kasih buat teh denna yang selalu aku kangenin. Buat teh khansa yang saya kagumi yang tiba-tiba ngechat dan bikin mood baik. Buat oban yang selalu menerima hadi kalau bertamu se gamau apapun. 

Terima kasih spesial buat Ara pakai <3 yang selalu memperjuangkan Hadi. Kenapa sih Ara baik banget :”). Ara selalu memperjuangkan agar Hadi bisa disaat Hadi ada di titik yang udah pasrah menyerah. Dua kali ara memperjuangkan Hadi dan hasilnya selalu baik :”)

Terima kasih lagi buat Nastiti temen seperjuangan bimbingan. Buat Nur yang selalu terbuka kamar kosannya untuk Hadi, yang selalu cerita sama Hadi, dan berhasil membuat Hadi gak berani ngejahatin Nur (maafin Hadi kalau Hadi jahat). Buat Wita yang entah kenapa rasanya Wita baik banget. Buat mba Intan temen sebelah duduk yang kalau cerita lucu banget. Buat DItaaa yang walau belakangan ini jarang ketemu, bahkan segrup pun Cuma sekali dalam 3,5 tahun, tapi selalu baik, selalu ada buat Hadi, dan yang terpenting ketika Dita menyambut Hadi padahal Hadi gak melakukan hal yang sama :’(. Buat Indah yang kadang Hadi cuekin kalau Hadi lagi bete.. maafin :’(. Buat Stavi yang selalu mendengarkan curhatan Hadi yang gak penting. 

Buat anak2 wahana A9 yang selalu Hadi repotin, yang Hadi suka misah sendiri, dan apapun jelek-jeleknya Hadi, tapi kalian 1 semester JC ini bareng sama Hadi.

Buat Nostra kesayangan yang sedikit banyak selalu menginspirasi, membuat kagum, dan membuat betah. Ya Allah, jagalah nostra.

Buat temen2 KKN yang make my month, sebulan gila yang berhasil buat Hadi kena sindrom gak mau ngapa-ngapain.

Ohya! Buat Pak Miki yang baik banget mau nungguin Hadi sampai jam 5 untuk submit draft tepat waktu. 

Buat Dewi A yang selalu bikin Hadi malu dan bikin Hadi inget lagi tujuan masuk fk. 

Buat enam orang yang kadang nyebelin banget tapi sebenarnya menghibur dan mau banget disuruh-suruh, semoga kalian bisa lebih sukses daripada kakak kalian yang terbatas ini.

Buat orang yang selalu saya dahuluin langkahnya dan gak comment apapun.

Buat mereka yang gak mungkin saya sebut satu-satu lagi. Buat mereka yang sudah lama gak ketemu, tapi indirectly telah mengarahkan langkahku kesini.

Buat orang-orang yang selalu memanjatkan doa yang saya tak tau siapa kalian.

Terima kasih ya Allah sudah mengirim orang-orang tersebut dalam kehidupan ini.

Semoga Allah membalasnya berkali lipat, di dunia dan akhhirat.
Daaan satu lagi. Buat Fakultas Kejutan, yang selalu menguji ketahanan saya. Saya dan nostra mampu bertahan 3,5 tahun disini!

Maafkan  menulis sepanjang ini, karena di skripsi saya gak bisa menulis ini karena skripsi saya berbentuk artikel Bahasa Inggris ala kadarnya. 

3,5 tahun = selangkah lebih dekat
Semangat !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalur Belakang

cuma mau cerita, ga bermaksud dicontoh, kecuali Anda menemukan hal yang patut untuk dicontoh Tadi pagi, aku jadi anak nakal FK. Kenakalan mahasiswa untuk pertama kalinya (rasanya begitu). Kalau cari pembenaran, banyak. Ini bukan salahku. Aku sudah punya rencana. Informasinya telat. Yang lain juga begitu. Tadinya ga akan kaya gini bu, cuman... bla bla bla . Mungkin aku bilang begitu, kalau nanti ibu asrama tanya. Aku sudah punya rencana, kalau Sabtu pagi pagi seperti aku berangkat sekolah, aku akan pulang ke Bandung. Aku punya rencana dan janji yang ingin ditunaikan, sekaligus menghilangkan homesick bulan september. Tapi, ancaman ini datang malam sebelumnya. Sekitar 10 jam sebelum aku akan keluar dari asrama. Jrengjreng... jarkom telat. Kalau seharusnya, hari ini, 2012 fk, wajib ikut lustrum XI, peringatan dies natalis fk ke 55. Dengan dresscode batik. Rencana pulang bukan aku saja yang punya. Cobalah, kau tanya anak-anak bandung, atau sekitarnya, bahwa pulang ada di age...

SOOCA perdana :')

Hai! Hari ini hari yang penting bagi kami. Hari yang mungkin merupakan klimaks uts. Ada ujian apa? ada sooca ! Ye!!! Jadi ujiannya sih sebenernya biasa aja. Sebenernya. Tapi, uts disini tuh berasa berattt... banget. Masa galau Cuma uts doang? Ya mungkin uts perdana kali ya. Tapi sama deg-degannya dengan mau ngadepin snmptn. Pusingnya juga. Capenya juga. Setelah melewati tahap satu dengan 200 soal bahasa inggris atau yang kemudian disebut dengan MDE atau multidisplinary examination part satu tentang biokimia, lalu tahap dua, ujian CRP atau clinical research program yang ujiannya menurutku out of the box, hari ini, tahap yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilewati dengan penuh kesungguhan, harapan, dan harus prognosis yang ad bonam , yang katanya sih, kamu harus bilang ‘wow’, yaitu sooca yang sesuatu banget. Sooca itu ujian lisan. Pertama kita dateng pagi-pagi. Terus diisolasi dalam ruangan yang kamu Cuma bisa melihat, bernafas, dan pada akhirnya belajar! Atau ...

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...