Langsung ke konten utama

Postingan

Verbal

Apa ya? Saya menemukan suatu kesalahan dalam pikiran saya, tapi menurut pemikiran saya. Saya tipikal yang tidak bisa mengomunikasikan sesuatu secara lisan dengan baik. Ada saja yang terjadi, seperti rajin mengulang kata-kata yang sama, atau saya tidak bisa menyampaikan maksud dengan baik. Saya memutuskan dan saya lebih condong untuk menuliskannya. Menuliskan apa saja yang banyaknya saya tak bisa verbalkan lewat lisan. Dengan ditulis, sesuatu ide menjadi lebih awet. Saya mencoba berkata lewat tulisan. Membiasakan menulis hal dari yang penting sampai tidak, dari yang dimaksud atau tidak, dari yang ditujukan sampai kepada tujuan atau tidak, saya mencoba memverbalkan apa yang saya lihat, dengar, rasa, pikir lewat tulisan. Ketika ingin mencapai sesuatu, sudah mepet ke deadline, dan sudah berkeliaran semua dikepala tentangnya, saya malah bingung. Ada bagian yang tidak bisa ditulis. Setelah tidak bisa diucap, kemudian tidak bisa ditulis, lalu apa yang harus saya lakukan untuk men...
Hai Masa muda, Bagaimanapun aku memlihmu, atau kau datang padaku, semoga aku tidak menyesalinya. Menyesali untuk apa masa mudaku dihabiskan. Apalah kata orang tentang masa mudaku, ia tetap milikku dan pilihanku. Itulah mengapa, tak usah sedih karena tak "gaul", tak usah sedih takut "tak berkembang", tak usah sedih takut disebut "ansos", tak usah menyesal karena telah memilih. Di usia yang sudah tidak kecil tapi belum besar, sudah minta hak lebih tapi tak mau diberi tanggungjawab, yang sudah bisa memutuskan. Menghabiskan waktu di jendela dunia alias buku, di depan layar dunia, di antara debu dan asap jalan raya, berjalan di bumi dengan rendah hati, tapi seolah terasing dari kehidupan, bersama hiruk pikuk permasalahan orang lain yang bahkan masalah sendiri belum terselesaikan, kalau kata teman,"fucking my life for yours", mengurus orang-orang yang bahkan dirinya tidak menyadari, hanya karena, tidak, ini bukan "hanya" Ah, sem...

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...

Never Ending Story: S #4

Mungkin memang itu judul yang tepat untuk sooca. Karena setelah kamu memilih "ini", sooca akan terus ada sampai akhir hayat. Kalau pas S.Ked soocanya ya 20 menit di depan dokter dan diapresiasi dengan nilai, ketika koas soocanya adalah pasien beneran dalam waktu yang mungkin sehari dan mungkin masih diapresiasi dengan nilai, setelah jadi dokter beneran, kasusnya dari pasien nyata, dengan waktu berhari-hari dan dititipkan "nyawa". Saya mulai kisah ujian yang paling seru di tanggal tujuh Januari ini dari tahap perisapan, yang aduhai, selalu wacana awal semester. (mungkin bagi beberapa orang, ini sudah bukan wacana lagi). Ngedraft apalah itu, saya lebih memilih untuk ngedrug  aja -____-.  Pagi hari yang lemas tanpa suara. Ketika semua orang sibuk membulak-balik kertas draft nya, saya tidak tahu apa yang harus saya baca. Terlalu banyak yang saya tak paham dan saya tidak punya bahan bacaan. Yang bisa saya andalkan adalah pendengaran, mendengar suara-suara orang ...

Tutup Tahun H-8

#SOOCA #Lembek #galau #MerasaTakGuna #RPS #KeluargaMahasiswa #pupukDiri #salahFokus #terbully #hypoglycemia #ujian #Sabar #syukur #anekaPlanning #dokter #typo #bunga #menulis #e-mail #galauIPK #kompetisi #ilmiah #nasional #KompetisiIlmiahNasional #MaBa=MahasiswaBaheula #ramadhanTeriEmas #sakitmata #MoreThanOneLitreOfTears #PTSD #RealLife #generasiDanRegenerasinya #mentoring #menyesal #beurat #perasaan #jadiINFP #beban #gugurKewajiban #beruntung #anatomy #proAktivis #salahFokusLagi #bosenTutorial #sudutPandang #iseng #rahasiaYangTetepBakalTerbongkar #Terasingkan #teguran #sakitTerLebay #sakitgigi(lagi) #pertamakali #bahagia #bahagian #tersudut #sakitruh #ujianYangTakKunjungUsai #LongLifeLeraningAndLongLifeExam #Nostra! #sampaipulau #Profhubal #kepo #duniaYangSempit #Linked #learner #kapasitasDiri #antiwacana #hikmah #pilihWadahFokus #pilihWadahBerkarya #telepon #preeclampsia #beban #amanah #magang #tanggungJawab #TahunPencapaian #sms #kabarGembira #belumDikirimUang #c...
Telepon di suatu agak-larut-malam, malam itu, saya shock dan denial sambil mengatakan "why me?" Mengapa terlalu banyak dihadapkan pada pilihan. Tidak, lebih tepatnya, mengapa dihadapkan pada pilihan yang sudah jelas apa yang harus dipilih tapi berat untuk memilihnya? Akhirnya ditempuh juga, walau gatau bakalan beneran 'katempuhan' atau ga. Tapi , saya bersyukur, Allah kasih disaat yang sangat tepat. Saat setelah kejadian bertubi-tubi itu yang membuat saya kecewa sama diri sendiri. Namun kemudian, yang membuat alasan jadi lebih kuat, dan kasih bahagia disaat beban amanah datang supaya lebih semangat. Tunggu tanggal berbagi kebahagiaan yang tepat :3 Ketika dikirimin sticker, "don't worry be happy" tanpa disangka. Dikirimin pesan tiba-tiba yang membuat endorphin meningkat tanpa disangka. Dikirimin buku notes panda yang pingin dibeli banget kemarinnya tanpa disangka. Saya suka kejutan dari Allah. Katanya sih amanah ga akan salah pilih tuanny...

:D

Bahagia itu sederhana, ngeliat temen sendiri sukses, terus kita ikutan terpacu :3 Sayangnya, bangga dan iri dengan kesuksesan teman sendiri itu beda tipis. Seperti beda tipisnya antara takut dan waspada.  Entah skenario apa, tapi datangnya terlalu bertubi-tubi. Dalam waktu yang berdekatan, pake sangat. Banyak hal yang terinterpretasi dalam benak saya. Mungkin interpretasinya salah. Untungnya, selalu ada pagar. Ada pagar antara perbedaan ketipisan itu yang menjadikannya jelas bahwa kedua hal itu berbeda. Dan karena saya sudah bukan siswa lagi, karena saya mahasiswa, bukan, bahkan lebih dari itu, bukan sarjana, tapi karena saya muslim, dan karena sudah saatnya untuk lebih dewasa. Saya mencoba jadi pembunuh perasaan dan berfikir lebih luas. "hadi, kalau di atas papan catur, mau jadi apa?" "kata kamu hadi bagusnya jadi apa?" "hadi kecil, jadi jadi anak pion aja ya... engga deng bercanda. Hadi mau jadi apa?" "iya gapapa, hadi jadi pion aj...