Langsung ke konten utama

Postingan

Anatomy, Beruntung?

Sudah 2 case berturut-turut ini, saya selalu dapat LI (learning issue, PR kali ya?) tentang anatomy. Sebelumnya, 2 case berturut-turut juga dapat BHP PHOP CRP. Kalau case depan dapat LI anatomy paket lagi, fix. Fix dapet gelar penerjemah maksud Tn. Moore dalam bukunya: Anatomy. Atau dapet piring gratis juga gapapa lah. Saya dari SMA udah menyenangi anatomy. Dan mungkin, part yang saya suka saat kuliah adalah belajar anatomy. Tapi itu baru muncul sekarang-sekarang. Mungkin saat semester 2 adalah fase terjenuh, seenak apapun dr.Fifi ngajar kata orang-orang pas lab act, deuh, buat aku kaya dongeng. Mental semua.  Makanya, saya menyesal ga serius waktu itu. Padahal, saya sadar saya senang mempelajari anatomy, ga henti-henti bilang, "Subhanallah" dan "Alhamdulillah".  Tadi, sewaktu lab, metode yang dipilih dokternya adalah presentasi, review materi anatomy hypothalamus, hypophisis, pancreas, dan adrenal. Tiba-tiba ga ada angin ga ada hujan, saya dengan amat ...

Random

Tadi lab activity, belajar anatomi, terus lihat jasad manusia.  Jasad yang Allah titipkan pada ruhnya, yang ia pakai untuk beramal, beraktivitas, bekerja, dan menunjang kehiudpannya. Lalu ada di depan kami, sudah dalam keadaan asalnya. Bau formalin menyerebak. Bikin perih dan menutup hidung. dr. Arifin siap dengan masker, gloves dan scalpel-nya. Kami, siap dengan mata dan hati serta pikiran kami. Jasad tanpa kepala dengan tubuh yang sudah terbuka, kami melihat isinya, di depan kami. Ada juga yang hanya kumpulan organ di abdominal cavity, setelah sebelumnya melihat otak. Wahai ruh jasad ini, Apakah engkau melihat, kami yang memerhatikan jasadmu dengan tatapan yang tidak enak, sambil menutup hidung? Kami yang melihat luar dan dalam tubuhmu yang sudah mengeras, kami yang membuka-buka, mengacak-acak bekas jasadmu? Membelah dari kulit hingga fascia dan tulang serta pembuluh darahmu?  Kurang apalagi coba, untuk bersyukur dan bersyukur, selalu diingatka...

communication disorder #2

kalau communication disorder kemarin karena sulit mem-verbal-kan, kali ini benar-benar miss communication. Ini sih emang udah sering terjadi. Sama siapa-yang-sudah-pasti-kiranya-siapa. Dikirain, hubungan kita sudah membaik. Tapi ternyata, masih butuh komunikasi yang lebih giat dan lancar lagi. " atuh kan, kalian masih butuh komunikasi. Kalau ada apa-apa coba omongin bareng-bareng. Jangan sangka-sangkaan." Ibu sudah menyadari sejak lama, betapa not-going-well-nya kami. Hanya saja, hanya saja, gap di antara kami sudah berkurang dan berkurang. :'). Ya, tiap dari kami sudah besar, sudah paham. Mungkin, dia juga menyadarinya. Sayangnya, aku ga bisa berharap banyak, punya sosok minimal Fujimaru. Tapi, tapi, dan tapi, tidak ada apa-apa kok :D ya, punya masalah jangan dipendem sendiri, jangan diemut sendiri. coba cerita, pada siapa, yang seharusnya sudah menjadi tempat kembali. #selftalk

Communication disorder

Saya mau bilang, saya bingung mau mengawali dari mana. Baiklah, saya awali dengan maksud judul diatas. Bukan kelainan karena kerusakan pita suara, atau ada tumor (naudzubillah) di sekitarnya yang membuat saya tidak bisa berbicara. That’s not the etiology. I am feel like ‘tertampar-tampar’ or ‘teriris-iris’ but not ‘termehek-mehek’ today. I am feel dissappointed and depressed. When the hopes isn’t placed to where it should be, isn’t proposed to whom it should be. Makanya kecewa, dan ngerasa tertampar tadi. *mewek* Kayanya, bukan ISTJ personality type saya, tiba-tiba jadi orang yang ga enakan. Bukan tiba-tiba, tapi dari ketika sudah lama. Saya orang yang ga bisa bilang ‘ga’ sama orang yang baru kenal kalau dimintai tolong. Saya orang paling bersalah sedunia kalau misal jadi penyebab kegagalan orang lain. Saya orang yang paling gabisa bilang apa yang saya pikir dan rasa, yang gabisa nunjukin affection sama teman saya, yang gabisa bilang ‘ga’ sama temen saya, yang gabisa nunju...

How I Feel, Friday

“Kamu angkatan 2012?” Aku hanya mengangguk. Entah kenapa, ada timbul rasa. Ciyee. Sama bangunan RSUP Hasan Sadikin. Ko rasanya damai, padahal tempat digebernya para ko-as, tempat katanya koas dipenggal mentalnya. #versiberlebihan Iya, walau jaraknya jauh dan perjalanannya ngeselin, tapi kalau udah nyampe rasanya tenang, dan pikiran melayang jauh, nanti giliran saya satu setengah tahun disini, :’). Aamiin. Masuk sie. Profhubal membuat saya semakin sering kesana. Lama-lama saya hafal bangunan 6 tingkat yang bentuknya kotak dengan masjid di tengah. Lama-lama disana juga kayanya nanti punya hobi baru: mainin lift. #makinparah Tadi kesana, buat ngurusin logistik temilnas . Logistik hei, saya kan (mau) seterong. Terus, Pak Juned bilang, “Kamu nanti pasti jadi dokter yang baik,” Aaaaaaa.... terharu lebai. Rasanya, tembok besar yang pernah saya takuti runtuh. Saya baru kenal,  malah ga kenalan. Tau namanya juga waktu ka asya yang bilang begitu (btw makasih kak ...

Burden of a Name

Rupanya sudah cukup lama yaa tidak menulis dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sudah sebulan, lebih. Sebulan ramadhan, lebihnya liburan. Ramadhan sudah selesai? Liburan sebentar lagi dong, #ehh. Sebulan juga kayanya mengansos dari kehidupan 11 bulan sebelumnya. Sebulan juga ga jumpa nangor beserta isi dan orang-orangnya. Terkadang atau memang seperti itu, sebulan ramadhan suka dijadikan momen bertapa dari kehidupan hectic kampus sama dosen Unpad buat mahasiswa tingkat awal. Terkecuali para aktivis dan mujahidin SP. Diluar itu, saya. Saya memilih bertapa aja. Sudah ngelist apa yang akan saya lakukan 2 bulan full ini dan juga semacam targetan, biar libur ga nyesel. Biar nanti ga rengek-rengek minta libur. Eh apalah daya, Cuma wacana. Serius kayanya, harus buat cap ‘anti wacana’ terus tiap targetan ama list dicap. Sebulan kemarin beserta lebihnya benar-benar bulan penuh darah, keringat, dan air mata. Darah, ya, sekeluarga kaya keturunan uchiha terus bisa ngebang...

'Hanya' Bagaimana Kamu Memandang

“ Hanya bagaimana kamu memandang IPK aja sih,” Bener banget. Ada yang untuk mencapai kesempurnaan dan grade lebih tinggi, ikut ambil remed lagi, padahal cumlaude sudah dipegang. Ada yang harus meluangkan waktu liburnya –lagi, untuk belajar ambil remedial, karena kalau ga, dia ga akan naik tingkat. Statement tadi, yang dibilang dita waktu hadi bingung, “ambil remed ga ya?” Entah, kenapa saya merasa jadi ada pendewasaan diri. Lihatlah, pemahaman akan berujung kepada sikap. Cinta akan berujung pada pembelaan. Ketika sesorang bersikap seperti itu, itulah pemahamannya. Ketika seseorang membela sesuatu, itulah yang dicintainya. Sama seperti saat harus ambil keputusan. Seperti lagi ujian ‘ decision making 7 star doctors ’ (kaya ada aja ujiannya). Yang berkesimpulan saya merasa lebih dewasa, ketika saya memutuskan untuk bersikap seperti tadi. Mari melihat lebih luas lagi. jangan sampai, pandangan terlalu sempit untuk melihat, Wawasan terlalu dangkal untuk berkata, hati t...