Langsung ke konten utama

'Hanya' Bagaimana Kamu Memandang

“ Hanya bagaimana kamu memandang IPK aja sih,”

Bener banget. Ada yang untuk mencapai kesempurnaan dan grade lebih tinggi, ikut ambil remed lagi, padahal cumlaude sudah dipegang. Ada yang harus meluangkan waktu liburnya –lagi, untuk belajar ambil remedial, karena kalau ga, dia ga akan naik tingkat.

Statement tadi, yang dibilang dita waktu hadi bingung, “ambil remed ga ya?” Entah, kenapa saya merasa jadi ada pendewasaan diri.

Lihatlah, pemahaman akan berujung kepada sikap. Cinta akan berujung pada pembelaan. Ketika sesorang bersikap seperti itu, itulah pemahamannya. Ketika seseorang membela sesuatu, itulah yang dicintainya.

Sama seperti saat harus ambil keputusan. Seperti lagi ujian ‘decision making 7 star doctors’ (kaya ada aja ujiannya). Yang berkesimpulan saya merasa lebih dewasa, ketika saya memutuskan untuk bersikap seperti tadi.

Mari melihat lebih luas lagi. jangan sampai, pandangan terlalu sempit untuk melihat, Wawasan terlalu dangkal untuk berkata, hati terlalu dangkal pula untuk bersyukur, dan akal terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan.

Maka setelah kamu selesai mengerjakan suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mu lah kamu berharap.
-Q.S Al-Insyiroh: 7-8 

Fix, ayat ini yang menggambarkan suasana hari ini. Allah hanya memerintahkan untuk bersungguh-sungguh dalam tiap prosesnya, bukan bersungguh-sungguh untuk capai hasilnya. Hasil? Hanya kepada Tuhan-mu lah kamu berharap.

Ramadhan produktif menunggu, let's warming up!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Students Day

6 September 2012, Unpad Ada student day. Ngapain? Ya, ga jelas , pamer UKM, parade fakultas, yang penting sih ketemu temen temen 20, temen temen smp. Hadi kaya anak ayam panda kehilangan induk. bukan, maksudnya ngebaur aja sama fakultas lain. Ke stand-stand bareng ifa sama temen-temennya (faperta), yang temen temennya ternyata sangat ingin masuk fk, dan sindrom itu muncul lagi di kepala. Ketemu temen-temen smp, ifa, pipah, aizzah, qonita, andra, ketemu sama temen-temen dua puluh, sama ichwan, sama endo, sama temennya yang aku kira kevin, sama novi, sama achmad yang ternyata satu fakultas sama andra, ketemunya bareng dan sama-sama manggil, terus pada pa pelong-pelong gitu mereka, manggil orang yang sama, haha, ga ngerti ah. Ketemu sama franklin sama sofah, cerita banyak. malah ngerasa jadi curcol sama mereka about what happen with hadi in FK. Terus cerita kalau mereka udah ketemu sama kakak hadi. dan berita sudah menyebar luas. Yang bodor itu ketemu sama kakak sendiri, tapi g...

SOOCA perdana :')

Hai! Hari ini hari yang penting bagi kami. Hari yang mungkin merupakan klimaks uts. Ada ujian apa? ada sooca ! Ye!!! Jadi ujiannya sih sebenernya biasa aja. Sebenernya. Tapi, uts disini tuh berasa berattt... banget. Masa galau Cuma uts doang? Ya mungkin uts perdana kali ya. Tapi sama deg-degannya dengan mau ngadepin snmptn. Pusingnya juga. Capenya juga. Setelah melewati tahap satu dengan 200 soal bahasa inggris atau yang kemudian disebut dengan MDE atau multidisplinary examination part satu tentang biokimia, lalu tahap dua, ujian CRP atau clinical research program yang ujiannya menurutku out of the box, hari ini, tahap yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilewati dengan penuh kesungguhan, harapan, dan harus prognosis yang ad bonam , yang katanya sih, kamu harus bilang ‘wow’, yaitu sooca yang sesuatu banget. Sooca itu ujian lisan. Pertama kita dateng pagi-pagi. Terus diisolasi dalam ruangan yang kamu Cuma bisa melihat, bernafas, dan pada akhirnya belajar! Atau ...

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...