Langsung ke konten utama

Dongeng sebelum tidur siang, sooca #3

Saya tersesat di hutan belantara yang bernama fk. Gelap, pepohonan terlalu tinggi. Saya hanya punya senter dan baterai seadaanya. Saya takut sendirian disana. Kemudian yang pasti akan bertemu binatang buas. Saya takut. Tapi ketika bertemu, saya tidak mungkin diam saja. Saya harus berlatih untuk bisa menjinakkan atau membunuh dan menjadikannya makanan agar bisa hidup di hutan, sampai berhasil menemukan jalan pulang. Dan ternyata, saya benar bertemu binatang yang bernama sooca, saya digigit. Untung bukan oleh panda. Iya lah, panda baik sama saya, dan tidak ada di hutan itu. Sakit sekali, teman. Spesies apa itu? Saya pun baru lihat. Dan kaget, kalau ternyata dia sama menyeramkan dengan harimau. Lalu, apa yang harus saya lakukan setelah digigit? Sakit. Rasanya ingin merengek dan pasrah saja. Biarkan luka itu terus bertambah parah. Tapi, tidak maulah saya mati di hutan itu. Takut mayat saya tidak ada yang mengurus. Malah habis dimakan oleh sooca. Maka, Saya harus menutupi lukanya. Mencari obatnya. Harusnya saya bersyukur, saya tidak dimakan oleh binatang buas itu.
Dengan menutup luka seadanya, dan mencari amunisi untuk tetap bertahan hidup dalam gua, saya harus melanjutkan perjalanan sampai terlihat cahaya jalan pulang. Dan untuk sampai kesana, saya tahu, bahwa saya akan bertemu hewan buas lainnya, tentunya spesies baru yang diceritakan orang-orang diluar sana: osce, mde, dll.
Saya takut, kali ini takut luka ini menghalangi perjalanan saya. Menghalangi proses penjinakkan hewan liar. Membuat saya mati kegelapan (?) dalam hutan. 

" Nak, hidup terlalu lama untuk dipakai meratapi luka. Lihatlah lebih luas lagi. Luka itu bukti kamu telah berhasil melewati hutan gelap yang kamu bilang banyak binatang buasnya. Tenanglah, luka akan hilang sendirinya, sebagaimana kamu tahu prosesnya. Ingatlah, selalu banyak hikmah yang bisa diambil dan bisa kamu bagikan sama semua orang, dan perjalanan hutan itu masih sangat panjang. Mungkin nanti kamu bertemu dengan hewan yang lebih menyeramkan lagi. Sayang kan waktunya "

" Siap beriman kepada takdir, mau baik, mau buruk. Kebanyakan manusia, cuma beriman sama takdir baik,"

Haha, refleksi diri. sooca#3 penuh hikmah. Allah tidak akan pernah salah. Allah tidak akan tertidur. Allah lebih tahu. Terlalu dini untuk menarik kesimpulan. 

" Tuh, harusnya si saya di cerita itu lebih mempersiapkan diri dan peralatan, kan udah tahu kalau dirinya pasti akan ketemu binatang buas. Bener ya, untung belum dimakan, haha"

Haha, ketawa aja terus. -_-. Iya, iya tau.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...

Jalur Belakang

cuma mau cerita, ga bermaksud dicontoh, kecuali Anda menemukan hal yang patut untuk dicontoh Tadi pagi, aku jadi anak nakal FK. Kenakalan mahasiswa untuk pertama kalinya (rasanya begitu). Kalau cari pembenaran, banyak. Ini bukan salahku. Aku sudah punya rencana. Informasinya telat. Yang lain juga begitu. Tadinya ga akan kaya gini bu, cuman... bla bla bla . Mungkin aku bilang begitu, kalau nanti ibu asrama tanya. Aku sudah punya rencana, kalau Sabtu pagi pagi seperti aku berangkat sekolah, aku akan pulang ke Bandung. Aku punya rencana dan janji yang ingin ditunaikan, sekaligus menghilangkan homesick bulan september. Tapi, ancaman ini datang malam sebelumnya. Sekitar 10 jam sebelum aku akan keluar dari asrama. Jrengjreng... jarkom telat. Kalau seharusnya, hari ini, 2012 fk, wajib ikut lustrum XI, peringatan dies natalis fk ke 55. Dengan dresscode batik. Rencana pulang bukan aku saja yang punya. Cobalah, kau tanya anak-anak bandung, atau sekitarnya, bahwa pulang ada di age...

SOOCA perdana :')

Hai! Hari ini hari yang penting bagi kami. Hari yang mungkin merupakan klimaks uts. Ada ujian apa? ada sooca ! Ye!!! Jadi ujiannya sih sebenernya biasa aja. Sebenernya. Tapi, uts disini tuh berasa berattt... banget. Masa galau Cuma uts doang? Ya mungkin uts perdana kali ya. Tapi sama deg-degannya dengan mau ngadepin snmptn. Pusingnya juga. Capenya juga. Setelah melewati tahap satu dengan 200 soal bahasa inggris atau yang kemudian disebut dengan MDE atau multidisplinary examination part satu tentang biokimia, lalu tahap dua, ujian CRP atau clinical research program yang ujiannya menurutku out of the box, hari ini, tahap yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilewati dengan penuh kesungguhan, harapan, dan harus prognosis yang ad bonam , yang katanya sih, kamu harus bilang ‘wow’, yaitu sooca yang sesuatu banget. Sooca itu ujian lisan. Pertama kita dateng pagi-pagi. Terus diisolasi dalam ruangan yang kamu Cuma bisa melihat, bernafas, dan pada akhirnya belajar! Atau ...