Saya tersesat di hutan belantara yang bernama fk. Gelap, pepohonan terlalu tinggi. Saya hanya punya senter dan baterai seadaanya. Saya takut sendirian disana. Kemudian yang pasti akan bertemu binatang buas. Saya takut. Tapi ketika bertemu, saya tidak mungkin diam saja. Saya harus berlatih untuk bisa menjinakkan atau membunuh dan menjadikannya makanan agar bisa hidup di hutan, sampai berhasil menemukan jalan pulang. Dan ternyata, saya benar bertemu binatang yang bernama sooca, saya digigit. Untung bukan oleh panda. Iya lah, panda baik sama saya, dan tidak ada di hutan itu. Sakit sekali, teman. Spesies apa itu? Saya pun baru lihat. Dan kaget, kalau ternyata dia sama menyeramkan dengan harimau. Lalu, apa yang harus saya lakukan setelah digigit? Sakit. Rasanya ingin merengek dan pasrah saja. Biarkan luka itu terus bertambah parah. Tapi, tidak maulah saya mati di hutan itu. Takut mayat saya tidak ada yang mengurus. Malah habis dimakan oleh sooca. Maka, Saya harus menutupi lukanya. Mencari obatnya. Harusnya saya bersyukur, saya tidak dimakan oleh binatang buas itu.
Dengan menutup luka seadanya, dan mencari amunisi untuk tetap bertahan hidup dalam gua, saya harus melanjutkan perjalanan sampai terlihat cahaya jalan pulang. Dan untuk sampai kesana, saya tahu, bahwa saya akan bertemu hewan buas lainnya, tentunya spesies baru yang diceritakan orang-orang diluar sana: osce, mde, dll.
Saya takut, kali ini takut luka ini menghalangi perjalanan saya. Menghalangi proses penjinakkan hewan liar. Membuat saya mati kegelapan (?) dalam hutan.
" Nak, hidup terlalu lama untuk dipakai meratapi luka. Lihatlah lebih luas lagi. Luka itu bukti kamu telah berhasil melewati hutan gelap yang kamu bilang banyak binatang buasnya. Tenanglah, luka akan hilang sendirinya, sebagaimana kamu tahu prosesnya. Ingatlah, selalu banyak hikmah yang bisa diambil dan bisa kamu bagikan sama semua orang, dan perjalanan hutan itu masih sangat panjang. Mungkin nanti kamu bertemu dengan hewan yang lebih menyeramkan lagi. Sayang kan waktunya "
" Siap beriman kepada takdir, mau baik, mau buruk. Kebanyakan manusia, cuma beriman sama takdir baik,"
Haha, refleksi diri. sooca#3 penuh hikmah. Allah tidak akan pernah salah. Allah tidak akan tertidur. Allah lebih tahu. Terlalu dini untuk menarik kesimpulan.
" Tuh, harusnya si saya di cerita itu lebih mempersiapkan diri dan peralatan, kan udah tahu kalau dirinya pasti akan ketemu binatang buas. Bener ya, untung belum dimakan, haha"
Haha, ketawa aja terus. -_-. Iya, iya tau.
Komentar
Posting Komentar