Langsung ke konten utama

Sebut saja dia Adwar, dan juga Mawar


Pernah berfikir menjadi orang yang paling menderita? Mengingat orang yang lebih menderita, menjadi lebih bersyukur. Terus, harus menderita dulu baru kamu ingat harus bersyukur? Hmmm...

Ingin itu ketika kita ga punya. Ketika punya, ga kita inginkan lagi.

Ketika kau sudah besar, ingatlah apa yang membuat kamu besar. Ingatlah apa yang membuatmu seperti ini.

Minggu kemarin, aku dapet kabar duka dari temanku sebut saja dia manusia, bahwa minggu kemarin, adik dari temanku meninggal. Tiba-tiba jadi ga enak. Temenku yang punya adik yang meninggal ini, sebut saja dia mawar, adalah salah satu teman baikku dari semenjak aku akselerasi, bahkan, sebelum aku akselerasi, kurasa kami sudah mengenal. Karena waktu TK, aku dan adik mawar, sebut saja adma (adik mawar) adalah teman sekelas. Dan akrab perlahan kemudian dengan mawar. Semenjak sma, jarang kontak lagi. sampai sekarang. Tapi, aku sangat percaya, mawar ini baik-baik saja.

Sekilas dulu tentang mawar yang cantik ini, dia tinggi dan baik hati. Teman semua orang. Sempat jadi kucilan orang sekelas. Sempat jadi obrolan orang seangkatan. Aku pernah buruk sangka dengannya. Banyak hal. Tapi, bagaimanapun juga, suudzon tuh ga baik. Ya, kalau husnudzon, ukhuwah itu makin lengket.

Nah, ibuku dan ibu mawar adalah teman pula. Hingga waktu sma, aku dapat kabar, adik mawar yang lain, bukan si adma, yang ini kita sebut saja adwar (yang diawal post aku kabarkan sudah meninggal) sakit. Sakit apa gerangan? Waktu itu diduga kanker. Kanker apa, saat itu aku gatau. Tapi, dari ibu cerita, kalau awalnya itu, ada benjolan kecil di bawah telinga kanannya, terus diperiksa, dan makin membesar (sempet sebesar bola sepak teman-teman, dibawah telinganya). Kondisinya memprihatinkan banget banget. Aku ingin nengok, tapi ga sempet. Hingga kalau ga salah, cerita ini bikin aku pingin masuk fk menguat.

Adwar itu waktu itu masih SD. Tahun ini dia seharusnya kelas enam sd. Sedang sibuk mempersiapkan ujian. Adikku yang setahun lebih tua dari adwar, si ajor, kenal dia. Satu sd. Katanya, dia terkenal di sd karena penyakitnya. Sedih.

Tau-tau, 2 tahun dari kabar awal aku tahu adwar sakit, sekarang, dia sudah tidak ada. Manapula aku telat taunya. Ya, memang sekarang aku jarang kontak sama mawar. Dan aku ga kenal sama adwar. Tapi, tapi, tapi, rasanya ga enak banget.

Adwar meninggal usia sekitar duabelas. Masih kecil. Masih sd. Dia sudah harus melawan rhabdomyosarcoma sebelum melawan UN yang sebenernya ga ada apa-apanya. Harus bulak-balik kemo dan radiasi. ga kuat lihat fotonya. Kata temenku yang tadi kita sebut saja manusia, temen-temen adwar itu perhatian sama adwar. Sampai bikin grup seribu doa untuk adwar. Dan adik aku si ajor ini join grupnya, ga ngajak-ngajak aku.

Walau bukan terlalu siapa-siapa, tetep aja, dia adik temanku. Dia teman adikku juga. Kenapa aku gatau apa-apa. Kenapa Cuma tau awal dan akhir ceritanya tanpa tau prosesnya gimana. Aku liat grupnya dan post terakhirnya adalah kabar dia sudah meninggal. Kenapa aku terlalu ansos kah? Aku terlalu apatis kah? Aku terlalu tidak sensitifkah?

Rhabdomyosarcoma itu kanker ganas yang tumbuh dengan cepat. Biasanya menyerang anak dibawah 15 tahun. Baru aja aku belajar tentang kanker. Baru banget 1 bulan yang lalu.

Ya bagaimanapun juga, adwar sudah meninggal. Maafin aku mawar baru tau infonya sekarang. Maafin aku ga sempet nengok dan ngelayat. Semoga kuat. Semoga jadi ibadah buat kelurga mawar ya :’)

Hadi ga mau kehilangan kabar terakhir dari teman-teman. Karena itulah salah satu yang membuat aku seperti ini. Dari teman sd bahkan tk, sampai temen sma bahkan kuliah bahkan yang baru kenal hari ini. Alangkah indah kalau kita jadi teman dunia akhirat ya.

Dan sekarang pun, jadi kepikiran buat nemuin obat kanker. Mungkin wacana doang. Tapi, aku berfikir untuk nggak jadi wacana aja. Ketika aku ingat darimana aku berawal, dari mana sebuah keberhasilan muncul. Dan bagaimana menjadi pembelajar yang bahagia, yang mengaplikasikan ilumnya.

Belajar itu pengalaman dan untuk pengamalan.

Wallahua’lam.

more info about rhabdomyosarcoma:

namanya saya samarkan, belum izin soalnya. hehe. fotonya juga ga bisa saya share karena belum ada izin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Students Day

6 September 2012, Unpad Ada student day. Ngapain? Ya, ga jelas , pamer UKM, parade fakultas, yang penting sih ketemu temen temen 20, temen temen smp. Hadi kaya anak ayam panda kehilangan induk. bukan, maksudnya ngebaur aja sama fakultas lain. Ke stand-stand bareng ifa sama temen-temennya (faperta), yang temen temennya ternyata sangat ingin masuk fk, dan sindrom itu muncul lagi di kepala. Ketemu temen-temen smp, ifa, pipah, aizzah, qonita, andra, ketemu sama temen-temen dua puluh, sama ichwan, sama endo, sama temennya yang aku kira kevin, sama novi, sama achmad yang ternyata satu fakultas sama andra, ketemunya bareng dan sama-sama manggil, terus pada pa pelong-pelong gitu mereka, manggil orang yang sama, haha, ga ngerti ah. Ketemu sama franklin sama sofah, cerita banyak. malah ngerasa jadi curcol sama mereka about what happen with hadi in FK. Terus cerita kalau mereka udah ketemu sama kakak hadi. dan berita sudah menyebar luas. Yang bodor itu ketemu sama kakak sendiri, tapi g...

tutor #2

tendy-assica-icha-dila-cibi-rikho-diyar-wardah-nisa-hadi-salma Tutor B2 *berprestasi banget* Iya, ini tutor berprestasi banget, soalnya dosen wali kita adalah jeng. dosen wali kita bukan dokter! yang terkenal di dunia per-lab-act-an tahun satu, yang akan mendoakan setiap laki-laki agar menjadi imam yang baik, yang siapa cepat dialah yang berprestasi. Iya, jadi ceritanya baru sekitar sebulan yang lalu kita dikasih (?) dosen wali, dan betapa terkejutnya kita dapet beliau ini, sementara yang lain dosen walinya dokter... apalagi yang grup e-f, dokternya dokter yang zaman kekinian, masih muda. Yaudah sih, biar jadi tutor berprestasi. Foto ini diambil hari senin pagi, waktu tutor case hypoglicemia, sama dokter tutornya. Asli, tutorialnya saat itu, ga seperti arus tutorial, karena tutor kita saat itu adalah... dr.syamsudin :D. Kadept biokimia, yang baik banget, selalu ngasih LO* #eh , iya katanya dokter ini tuh suka bagi-bagi coklat, tapi pas di tutor kita ga pernah tuh...

Propaganda Hari IP FK Unpad

Rasanya saya jadi terlalu nyampah di blog. Mungkin begitu. Tapi biarlah jadi kapsul waktu yang nanti tiba-tiba saat jadi dokter, begitu -apanyalah- saya jaman dahulu, jaman SMA, jaman kuliah. Rasanya, banyak hal juga yang ingin saya ceritakan pada semua yang mau mendengar, mau membaca, tentang pengalaman saya ikut 'bolt 4' di kampus, yang jargon buatan kita tuh sebenernya ga banget. Terus, ketika saya ngerasa satu langkah lebih dekat untuk kenal dengan orang yang menginspirasi saya secara langsung. Yaitu beliau yang isi 'tausiyah'nya pernah saya post disini . Ya, biarlah, merasa keren sendiri nama 'gue' pernah disebut sama beliau. hahaha. Saya yakin, memori beliau insya Allah bagus, seengganya inget nama saya juga udah cukup, ya Kang. hehe. Beliau bilang dengan menulis, usia kita bisa lebih panjang. Ya yang ingin saya ceritakan pada awalnya bukan tentang itu. Tapi tentang hari ini, tanggal 14 Februari 2013. Seperti yang teman-teman tau, itu adalah hari ...