Langsung ke konten utama

Lembek : Rectal Suppository

Hai, yang sudah masuk semester 2. Aku sih, Alhamdulillah masih libur. Kalau saja, Ya Allah, aku minta hanya tahun ini, bulan Januarinya 40 hari aja. Biar liburannya lama. Tapi, kasian sama yang masih semester satu, masih uas tepatnya. Sapa sejawat-sejawat unjani dan unisba :D. semangat yaaaa......

Tapi, liburan malah semakin lembek. Kayak obat rectal suppository. Itu loh, obat yang dimasukin ke anus, biasanya buat anak yang kejang-kejang, atau buat yang hemoroid, supaya ngasilin efek lokal langsung ke daerah sakit, biar OOAnya cepet, meski belum diketahui gimana cerita obat suppository ini dimetabolisme. Atau aku yang belum tahu aja kali ya.




Obat suppository itu, kalau didiemin lama jadi lembek. Jadi, biasanya, ibu-ibu harus menyediakan obat ini jaga-jaga anaknya kejang, disimpan di kulkas. Atau ga, disiram pake air dingin biar aga keras. emang kenapa kalau lembek? Susah dimasukin lah...

Nah, liburan ini sudah dipersiapkan dengan rencana. Biar cuma seminggu, biar ga nyesel nanti pas udah masuk. Jadi harus berkualitas liburannya. Salah satu rencananya adalah nonton. Padahal udah nyiapin amunisi film, tapi gatau kenapa malah jadi balik lagi nonton Iryuu.

Setelah nonton malah jadi lembek. Ga sih. Cuma jadi lebih ngerti aja nontonnya. Waktu itu nonton cuma euforia mau masuk fk aja. Sekarang udah ngerti dikit istilah2 kedokterannya. Ngerti alur politiknya. Jadi makin seru nontonnya. Terus lebiih banyak komentar. Mentang-mentang udah belajar, jadi komentar, itu si Kodaka ga bener make maskernya. Terus, si Ijyuuin sebenernya ngelanggar etika dokter. Atau engga, tentang pasien yang ga dapet informed consent dari dokternya.

Tapi tetep lah Asada mah keren. Walau agak lebay sedikit di filmnya. Karakternya juga terlalu cool di dorama. padahal di manganya mah agak konyol.

Dan ingatan pun jadi flashback ke msa-masa awal nonton film ini. Nonton di perpus sama puput. Pinjem kasetnya ke Rina dan aku ga nyangka kalau Rina bakalan beneran beli kasetnya. Terus sama yang lain ke kokem beli yang season ketiga. Atau sebelumnya, baca manganya di gramed. Niatnya beli buku buat adik, malah baca sampai duduk-duduk di lantai sama puput sama sarah. Semuanya terekam jelas.

Ga hanya itu. semuanya banyak yang terputar ulang di otak. dan semakin mengingatnya semakin lembek dan lembek. Sadar ga ada waktu cuma buat ngulang masa-masa itu. termasuk mikirinnya. Kenyataan ada yang kejam. Sampai aku sendiri ga percaya diri bahwa aku bisa berdiri sendiri.

dan menulis ini pun semakin lembek dan lembek. 

Ingin lupain sejenak masalah kuliah, di fb udah sibuk ngomongin grup tutor baru buat rps. Pas buka deg-degan, takut dapet grup E atau F. Alhamdulillah, balik lagi ke A. Walau sebenernya pinginnya di grup B. Tapi yaudah lah, syukuri aja. Dan waktu liat temen-temen setutornya... hem... gatau harus respon apa. 



Hanya saja, buat hadi sendiri, nama 'Hadi' itu ajaib. Thanks to Ms. Emma. Awalnya ga nerima, tapi jadi seneng aja. Ada perasaan tersendiri ketika orang memanggil, menyebut, dengan 'Hadi' dibanding 'Hadiati'. Mungkin sama hal seperti ketika Akira yang ngerasain gimana rasanya berjabat tangan dengan yang lain setelah operasi sukses. Ajaib lah dia. something that I want to hear from him that he called me Hadi.

Sebelum semakin lembek, segera masukin ke kulkas, Hadi.


every day must be like this
I don't know today is really the best day, but I'll make today the best day it can be
next time about OSCE :D 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalur Belakang

cuma mau cerita, ga bermaksud dicontoh, kecuali Anda menemukan hal yang patut untuk dicontoh Tadi pagi, aku jadi anak nakal FK. Kenakalan mahasiswa untuk pertama kalinya (rasanya begitu). Kalau cari pembenaran, banyak. Ini bukan salahku. Aku sudah punya rencana. Informasinya telat. Yang lain juga begitu. Tadinya ga akan kaya gini bu, cuman... bla bla bla . Mungkin aku bilang begitu, kalau nanti ibu asrama tanya. Aku sudah punya rencana, kalau Sabtu pagi pagi seperti aku berangkat sekolah, aku akan pulang ke Bandung. Aku punya rencana dan janji yang ingin ditunaikan, sekaligus menghilangkan homesick bulan september. Tapi, ancaman ini datang malam sebelumnya. Sekitar 10 jam sebelum aku akan keluar dari asrama. Jrengjreng... jarkom telat. Kalau seharusnya, hari ini, 2012 fk, wajib ikut lustrum XI, peringatan dies natalis fk ke 55. Dengan dresscode batik. Rencana pulang bukan aku saja yang punya. Cobalah, kau tanya anak-anak bandung, atau sekitarnya, bahwa pulang ada di age...

SOOCA perdana :')

Hai! Hari ini hari yang penting bagi kami. Hari yang mungkin merupakan klimaks uts. Ada ujian apa? ada sooca ! Ye!!! Jadi ujiannya sih sebenernya biasa aja. Sebenernya. Tapi, uts disini tuh berasa berattt... banget. Masa galau Cuma uts doang? Ya mungkin uts perdana kali ya. Tapi sama deg-degannya dengan mau ngadepin snmptn. Pusingnya juga. Capenya juga. Setelah melewati tahap satu dengan 200 soal bahasa inggris atau yang kemudian disebut dengan MDE atau multidisplinary examination part satu tentang biokimia, lalu tahap dua, ujian CRP atau clinical research program yang ujiannya menurutku out of the box, hari ini, tahap yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilewati dengan penuh kesungguhan, harapan, dan harus prognosis yang ad bonam , yang katanya sih, kamu harus bilang ‘wow’, yaitu sooca yang sesuatu banget. Sooca itu ujian lisan. Pertama kita dateng pagi-pagi. Terus diisolasi dalam ruangan yang kamu Cuma bisa melihat, bernafas, dan pada akhirnya belajar! Atau ...

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...