Cepatlah bulan berganti.
Dua bulan liburan bener-bener tidak mengingat pelajaran. Lebih tepatnya tidak mau. Tapi kan gak lucu udah mahasiswa -ehm- lupa pelajaran, jadi sepertinya harus sudah pemanasan lagi.
Kau pikir aku liburan ngapain? Sebelum benar-benar sibuk, liburan harus dimanfaatkan. Dengan tidur. dengan membaca komik. dengan menonton. Ya Allah kapan aku liburan sesantai dan sepanjang ini? Benar-benar tidak menyenangkan dan membosankan. Liburan itu bukan tidur. Hanya menghentikan rutinitas, sejenak.
Jadi? separuh liburannya diisi dengan magang. Bukan sebagai dokter, sebagai pedagang. Sebelum di rumah sakit, aku ada di toko. -sedikit promosi- , ibuku membuka sebuah toko alat-alat jahit. Jadi, yang dijual tentu saja seperti jarum, benang, kain, kancing, dan teman-temannya itu lah. Menjahit, kupikir keahlian itu harus punya. Apalagi perempuan. Apalagi mau jadi dokter bedah.
Tapi, pernahkah terpikir, ada pembeli datang, berkata dia hendak membeli sepatu? Membeli bis? Membeli kepala? Hey, ini toko alat jahit. Dia datang ingin membeli gula. Gula?
Rasanya aku mau bilang, kalau dia salah pergi kesini untuk membeli gula.
" Teh, kain gula maksudnya," Jadi, ibu yang mengambil alih si pembeli.
" Teteh gak denger ya, orangnya bilang beli gula satu meter?" awalnya aku gak ngerti apa maksudnya.
Terus, sepatu? Itu sepatu mesin
Bis? Bis itu seperti pita yang biasanya digunakan di sisi baju.
Kepala? Itu kepala seleting.
Atuh lah, toko ini menjual banyak hal.
Itu kan fisika (bab satu kelas satu SMP, besaran dan satuan). Kalau yang dimaksud dia gula putih atau gula merah, dia akan bilang dia membeli gula satu kilo. Baru bilang, dia salah. Tapi, sebenarnya itu karena aku gak tau ada yang namannya kain gula.
Juga satu hal, dulu. Ibu pernah menyuruh untuk merendam baju warna putih yang kekuningan dalam larutan sitrun. Biar si kuningnya keangkat. Tapi, aku melakukannya tanpa membilas cucian yang sebelumnya yang sudah direndam sama detergen.
" Ya iya teh kuningnya gak keangkat. Harusnya dibilas dulu baru direndam lagi pakai sitrun, atau kalau mau direndam sitrun dulu. Detergen kan basa. Sitrun itu asam. ya jadi garam teh (bab satu semester dua kelas sebelas, asam basa). Kimia terapan."
Oke, sedikit mengaplikasikan pelajaran sekolah. Semoga nanti gak separah ini.
Dua bulan liburan bener-bener tidak mengingat pelajaran. Lebih tepatnya tidak mau. Tapi kan gak lucu udah mahasiswa -ehm- lupa pelajaran, jadi sepertinya harus sudah pemanasan lagi.
Kau pikir aku liburan ngapain? Sebelum benar-benar sibuk, liburan harus dimanfaatkan. Dengan tidur. dengan membaca komik. dengan menonton. Ya Allah kapan aku liburan sesantai dan sepanjang ini? Benar-benar tidak menyenangkan dan membosankan. Liburan itu bukan tidur. Hanya menghentikan rutinitas, sejenak.
Jadi? separuh liburannya diisi dengan magang. Bukan sebagai dokter, sebagai pedagang. Sebelum di rumah sakit, aku ada di toko. -sedikit promosi- , ibuku membuka sebuah toko alat-alat jahit. Jadi, yang dijual tentu saja seperti jarum, benang, kain, kancing, dan teman-temannya itu lah. Menjahit, kupikir keahlian itu harus punya. Apalagi perempuan. Apalagi mau jadi dokter bedah.
Tapi, pernahkah terpikir, ada pembeli datang, berkata dia hendak membeli sepatu? Membeli bis? Membeli kepala? Hey, ini toko alat jahit. Dia datang ingin membeli gula. Gula?
Rasanya aku mau bilang, kalau dia salah pergi kesini untuk membeli gula.
" Teh, kain gula maksudnya," Jadi, ibu yang mengambil alih si pembeli.
" Teteh gak denger ya, orangnya bilang beli gula satu meter?" awalnya aku gak ngerti apa maksudnya.
Terus, sepatu? Itu sepatu mesin
Bis? Bis itu seperti pita yang biasanya digunakan di sisi baju.
Kepala? Itu kepala seleting.
Atuh lah, toko ini menjual banyak hal.
Itu kan fisika (bab satu kelas satu SMP, besaran dan satuan). Kalau yang dimaksud dia gula putih atau gula merah, dia akan bilang dia membeli gula satu kilo. Baru bilang, dia salah. Tapi, sebenarnya itu karena aku gak tau ada yang namannya kain gula.
Juga satu hal, dulu. Ibu pernah menyuruh untuk merendam baju warna putih yang kekuningan dalam larutan sitrun. Biar si kuningnya keangkat. Tapi, aku melakukannya tanpa membilas cucian yang sebelumnya yang sudah direndam sama detergen.
" Ya iya teh kuningnya gak keangkat. Harusnya dibilas dulu baru direndam lagi pakai sitrun, atau kalau mau direndam sitrun dulu. Detergen kan basa. Sitrun itu asam. ya jadi garam teh (bab satu semester dua kelas sebelas, asam basa). Kimia terapan."
Oke, sedikit mengaplikasikan pelajaran sekolah. Semoga nanti gak separah ini.
Komentar
Posting Komentar