Langsung ke konten utama

Hasut-Kamar Asrama

Teteh katanya kaya anak hilang, pergi pagi-pagi dan pulang besok siangnya tanpa bilang-bilang mau nginep. Iya maaf, dikirain jawabannya sudah jelas dan dipahami. Ya Allah apakah aku durhaka? Na'udzubillahi min dzalik. Alhamdulillah, ayah dan ibu masih mengerti. Mengerti bahwa aku ini anak mereka. Sehingga harus mengerti bahwa mereka adalah orang tua. Yang di-tua kan.

Setelah sampai di rumah, pingin tidur. Tapi, itu parah. Jadi sholat dulu dan tadinya pingin packing. Hanya saja, gak tahu, gak kuat, dan malas. Jadi, mau bilang sama ayah gak akan check in hari ini. Malah di telepon, biar regist sekarang, check in besok. Lihat suasana baru katanya.  kamar asrama, oh, kamar asrama.

Karena itu acara nginep dadakan, langsung ganti baju, siap-siap dijemput ayah terbang, eh lari ke nangor naik kuda besi.

Jam dua di nangor. Sebelum ke bale, ke ruang prodi ayah dulu. Ngambil dan ngisi form yang harus diisi. Terus sambil dengerin short conversation ayah dan mahasiswinya. Mahasiswi yang mau sidang besok dan bermasalah karena hari ini belum lengkap tanda tangan yang harus dikumpulkannya. Sementara beliau yang harus diminta tanda tangannya itu masih dalam perjalanan pulang ke nangor yang masih cukup lama. Aku tahu, ayah gak maksud memberatkan, hanya mempertanyakan saja. Akhirnya, si teteh suruh datang ke rumah aja kalau sudah dapat tanda tangan dosen.

Setelah diisi formnya, menuju bale padjadjaran. Registrasi bla-bla-bla. Selamat datang, katanya. Di bale padjadjaran, katanya. Ananda Hadiati Rabbani ini dapat kamar di Bale Padjadjaran  3 nomor kamar 37. Ya Allah, itu ada di lantai paling atas. Kebayang cape duluan tiap kuliah, naik tangga terus dan jalan terus. Insya Allah sehat, dan kalau bisa tiap naik anak tangga loncat, biar tinggi. Oh, kamar asrama.

Ini dia bale padjadjaran. Yang paling depan ini bale 2

Dianter sama petugasnya. Nanya kenapa gak bawa barang-barang. Ya aku bilang biarin. Gak deng, sekarang mau berubah. Gak akan sepasif dulu, harus proaktif. Harus banyak senyum katanya. Ya ya ya. Aku bilang, mau check in besok aja.

Sebenarnya aku pilih kamar yang berempat. Tapi malah dapat yang berdua. Tadi sempet nego biar dapet yang berempat. Tapi katanya, bisa kalau ada yang mau tuker juga. Yah, kecewa. Pingin kamar yang berempat, biar lebih murah. Suka gak enak sama si kakak, dan adik-adik. Merasa aku yang paling besar pengeluarn untuk kebutuhannya. Alhamdulillah, ayah dan ibu masih mengerti. Mengerti bahwa aku ini anaknya. Selain biaya, pilih berempat juga biar rame. Apalagi aku susah adaptasi. Gimana kalau dapet roommate yang sama-sama pendiem. Sangat sangat sepi.

Ternyata si roommate aku itu sudah ada disana. Namanya Dita. dari bogor. Spertinya anaknya juga pendiem. Aku dan ayah ngobrol-ngobrol sebentar sama ibunya Dita. Ternyata beliau dokter dan suaminya polisi. dan cerita sedikit, terus rencananya mau pulang. Tapi ayah ditelepon sama mahasiswi yang tadi kalau dia udah dapet tanda tangan dosen yang tadi lagi otw. Jadi kita nungguin dulu, di sebelah bale 1, di pos satpammnya, sambil bincang-bincang. Itu harus, biar gak sepi, dan sudah dua hari kita tidak bincang-bincang. Awalnya serius, ngomongin supaya bisa pindah kamar ke yang berempat. Akhirnya malah gj.
" Teh, hati-hati, ayahnya Dita polisi. "
" Ya Terus kenapa?"
" Awas, ditembak nanti." (mau ngelucu)
" Tenang, gak akan diterima" ini juga aku mau ngelucu. Tapi si ayah malah gak ngerti.

Akhirnya si teteh mahasiswi dateng. Susah payah dia katanya menemukan ayah. Padahal aku dan ayah tidak bersembunyi. Dan ternyata, ada file yang ketinggalan di ruangan ayah. Jadi si ayah balik ke perikanan, dan aku disuruh nunggu sama si tetehnya di pos satpam, jadi kita bincang-bincang.

Namanya Teh Linggih, dari Bekasi. Besok dia mau sidang. Dia cerita, sebenarnya tadi dia udah ke bale padjadjaran, tapi dia dihasut temennya. Gak mungkin katanya si ayah ke bale padjadjaran, karena, mau ngapain coba ketuprodi ke asrama. Mungkin maksudnya bale santika ngurusin maba. Alhasil, Teh Linggih terhasut dan pergilah ke bale santika. Dan lalu, setelah ditelepon ayah, dia ngojek ke sini, balik lagi.

Ayah datang, dan percakapan berhenti. Terus tanda tangan, dan pulang. Aku cerita sama ayah tentang kejadian Teh Linggih, terus katanya, " Makannya, harus sesuai dengan petunjuk. Walau sepertinya tidak mungkin."

Ya ya ya. dan pulang ke rumah, sholat ashar, lalu tidur sampai buka puasa, padahal niatnya mau bantuin masak, tapi udah gak kuat. Ya iya, nginep dadakan kemarin itu bener-bener tidur cuma 2 jam. Dan belum packing. Habis asa gj, check in besok , 31, tapi tanggal 2 bahkan malam tanggal 1 udah bisa check out asrama. Oh, kamar asrama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Students Day

6 September 2012, Unpad Ada student day. Ngapain? Ya, ga jelas , pamer UKM, parade fakultas, yang penting sih ketemu temen temen 20, temen temen smp. Hadi kaya anak ayam panda kehilangan induk. bukan, maksudnya ngebaur aja sama fakultas lain. Ke stand-stand bareng ifa sama temen-temennya (faperta), yang temen temennya ternyata sangat ingin masuk fk, dan sindrom itu muncul lagi di kepala. Ketemu temen-temen smp, ifa, pipah, aizzah, qonita, andra, ketemu sama temen-temen dua puluh, sama ichwan, sama endo, sama temennya yang aku kira kevin, sama novi, sama achmad yang ternyata satu fakultas sama andra, ketemunya bareng dan sama-sama manggil, terus pada pa pelong-pelong gitu mereka, manggil orang yang sama, haha, ga ngerti ah. Ketemu sama franklin sama sofah, cerita banyak. malah ngerasa jadi curcol sama mereka about what happen with hadi in FK. Terus cerita kalau mereka udah ketemu sama kakak hadi. dan berita sudah menyebar luas. Yang bodor itu ketemu sama kakak sendiri, tapi g...

tutor #2

tendy-assica-icha-dila-cibi-rikho-diyar-wardah-nisa-hadi-salma Tutor B2 *berprestasi banget* Iya, ini tutor berprestasi banget, soalnya dosen wali kita adalah jeng. dosen wali kita bukan dokter! yang terkenal di dunia per-lab-act-an tahun satu, yang akan mendoakan setiap laki-laki agar menjadi imam yang baik, yang siapa cepat dialah yang berprestasi. Iya, jadi ceritanya baru sekitar sebulan yang lalu kita dikasih (?) dosen wali, dan betapa terkejutnya kita dapet beliau ini, sementara yang lain dosen walinya dokter... apalagi yang grup e-f, dokternya dokter yang zaman kekinian, masih muda. Yaudah sih, biar jadi tutor berprestasi. Foto ini diambil hari senin pagi, waktu tutor case hypoglicemia, sama dokter tutornya. Asli, tutorialnya saat itu, ga seperti arus tutorial, karena tutor kita saat itu adalah... dr.syamsudin :D. Kadept biokimia, yang baik banget, selalu ngasih LO* #eh , iya katanya dokter ini tuh suka bagi-bagi coklat, tapi pas di tutor kita ga pernah tuh...

Propaganda Hari IP FK Unpad

Rasanya saya jadi terlalu nyampah di blog. Mungkin begitu. Tapi biarlah jadi kapsul waktu yang nanti tiba-tiba saat jadi dokter, begitu -apanyalah- saya jaman dahulu, jaman SMA, jaman kuliah. Rasanya, banyak hal juga yang ingin saya ceritakan pada semua yang mau mendengar, mau membaca, tentang pengalaman saya ikut 'bolt 4' di kampus, yang jargon buatan kita tuh sebenernya ga banget. Terus, ketika saya ngerasa satu langkah lebih dekat untuk kenal dengan orang yang menginspirasi saya secara langsung. Yaitu beliau yang isi 'tausiyah'nya pernah saya post disini . Ya, biarlah, merasa keren sendiri nama 'gue' pernah disebut sama beliau. hahaha. Saya yakin, memori beliau insya Allah bagus, seengganya inget nama saya juga udah cukup, ya Kang. hehe. Beliau bilang dengan menulis, usia kita bisa lebih panjang. Ya yang ingin saya ceritakan pada awalnya bukan tentang itu. Tapi tentang hari ini, tanggal 14 Februari 2013. Seperti yang teman-teman tau, itu adalah hari ...