Langsung ke konten utama

yakin lulus?

ketika kita akan menghadapi sebuah ujian, sempatkah terfikir bahwa orang-orang yang mendorong kita dari belakang merasa khawatir. Khawatir kita tidak akan bisa melewatinya. karenanya, kita harus menghilangkan rasa khawatir mereka, dalam hal ini orang tua dan guru
Ismail kecil saja bisa, kenapa kita tidak?
ketika Ibrahim menceritakan mimpinya kepada anaknya, Ismail, untuk menyembelihnya, Ismail berkata :"jika benar itu adalah perintah Allah, maka lakukanlah, ayah. Insya Allah kau dapati aku termasuk orang-orang yang sabar." (Q.S 37:102)

Tujuan utama itu jadi muttaqien, derajat manusia paling tinggi di mata Allah. menegakkan Islam di bumi, itu hidup mulia atau mati syahid. maka janji Allah pun datang.

Doa, motivasi, usaha, dan tawakkal. makin kesini makin susah. Apalagi tawakkal, sulit sekali. menerima kenyataan yang pahit, tapi harus bisa.

sekali lagi, hilangkan rasa khaawatir orang-orang yang kita sayangi. katakan pada mereka bahwa kita baik-baik saja kok, dan buktikan! Caranya dari pw:
1. aqidah yang benar, prinsip hidup 100% lurus
2. bastotan fil ilmi wal jismi (apa coba artinya? search sendiri ya)
3. akhlaq mulia shidiq amanah fathonah tabligh
4. sikap mental berani disipllin pantang menyerah bercita-cita tinggi

yup! pasti bisa, innallahama'ana

semangka HADI!!

dari guruku terhormat, ketika sedang memotivasi generasi ketujuh untuk menghadapi ujian yang terlihat sepele tapi sebenarnya ada jalan panjang dibelakangnya, dengan perubahan seperlunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalur Belakang

cuma mau cerita, ga bermaksud dicontoh, kecuali Anda menemukan hal yang patut untuk dicontoh Tadi pagi, aku jadi anak nakal FK. Kenakalan mahasiswa untuk pertama kalinya (rasanya begitu). Kalau cari pembenaran, banyak. Ini bukan salahku. Aku sudah punya rencana. Informasinya telat. Yang lain juga begitu. Tadinya ga akan kaya gini bu, cuman... bla bla bla . Mungkin aku bilang begitu, kalau nanti ibu asrama tanya. Aku sudah punya rencana, kalau Sabtu pagi pagi seperti aku berangkat sekolah, aku akan pulang ke Bandung. Aku punya rencana dan janji yang ingin ditunaikan, sekaligus menghilangkan homesick bulan september. Tapi, ancaman ini datang malam sebelumnya. Sekitar 10 jam sebelum aku akan keluar dari asrama. Jrengjreng... jarkom telat. Kalau seharusnya, hari ini, 2012 fk, wajib ikut lustrum XI, peringatan dies natalis fk ke 55. Dengan dresscode batik. Rencana pulang bukan aku saja yang punya. Cobalah, kau tanya anak-anak bandung, atau sekitarnya, bahwa pulang ada di age...

Akhir Siklus #2

You did it Hadi! Alhamdulillah alaa kulli haal Malu malu banget. Kalau kata Thufail bin Adi, pemberian Allah itu sempurna tapi ibadah kita (saya) banyak cacatnya. Well, kemarin saya baru osce. Dan hari ini such unproductive day. Jadi ceritanya, hari Minggu sebelum ujian, ibu bertanya sampai kapan aku ujian. Terus saya jawab, minggu depan. Lalu meminta agar hari Rabu bisa ambilkan rapot untuk salah 1 adik saya, karena Ibu mau ambilkan rapot untuk 2 adik saya yang lain. Ya begitulah menjadi kakak dengan adik yang banyak. Saya bilang, hari Rabu belum tau bisa atau tidak, karena Rabu adalah jadwal remedial ujian yang hari Senin dan Selasa. Saya kebagian ujian osce hari Senin. Kalau misalkan ada yang harus diremedial, maka hari Rabu saya tidak bisa. Parahnya, ujian hari senin, 14 kasus skills nya baru saya hafal dari hari Minggu nya jam 3 sore. Bagus banget, Had. Pakai kekuatan kepepet. Mana buta banget yang eye exam sama mse gara2 pas skill lab gak memperhatikan dengan baik. Par...

H-7

Banyak hal yang tidak bisa ditangkap oleh panca indra manusia yang serba terbatas diciptakan. Hal-hal yang diluar keterbatasannya akan sulit diterima oleh logika berfikirnya. Kita mengenal istilah delusi, halusinasi, sampai gila berkenaan dengan hal ini. Apa yang membuat manusia bisa melihat, mendengar, merasa, diluar batasnya adalah kepercayaan. Islam mengajarkan iman kepada hal-hal yang ghaib, hal-hal yang tidak bisa disentuh oleh ruang manusia. Allah, malaikat, surga dan neraka, sampai bisyarah rasul.  Gelar ash-shidiq yang disematkan pada nama Abu Bakar ra adalah karena "kemampuan" ini. Isra Mi'raj bukanlah hal yang mampu dinalar oleh keterbatasan manusia. Maka wajar bila gelar Rasul dari Al-Amin berubah jadi Al-majnun. Kalau saya bilang saya tadi baru terbang ke langit ke tujuh, itu baru waham (perlu digaris bawahi juga kepercayaanny). Oleh karenanya, menerima Islam tidak hanya bisa dengan logika. Ia diterima pada mereka yang mau berfikir. Berfikir dan membu...