Langsung ke konten utama

Postingan

9 Rahasia Doa Lulus Ujian

Hari Sabtu Hadi bersama Bila pergi ke sebuah toko buku di jalan Merdeka. Ini adalah sebuah kegiatan yang tidak direncanakan, sehingga Hadi yang tadinya mau belajar bersama Puput gak jadi lalu mau pulang ga jadi, yang jadi mengantar Bila menyerahkan tiket (ya kan Bil?) ke 2 orang, yang katanya mau ambil di situ. Sambil nunggu, mereka masuk ke area toko buku agama, melihat-lihat, lalu duduk dan membaca sebuah buku. Karena Bila sambil sms-an dengan kawan sms-an nya disana, jadi Hadi baca lebih cepat dari Bila. Selisih halaman bacanya sekitar 50 halaman. mereka yang tadinya mau beli, karena tidak membawa uang, akhirnya membaca buku itu sampai habis, dan benar-benar habis dibaca, judulnya lupa. Karena Hadi sudah selesai membaca buku tersebut, yang kata Hadi bukunya bagus, lucu, tentang hadist-hadist gitu, akhirnya dia berjalan kembali mencari buku lain, dan menemukan buku yang judulnya sama dengan judul posting kali ini, yang intinya, isi buku itu tentang 9 rahasia lulus ujian, yang rahas...

'Street Fighter' level 1

--pikiran street fighter-- Dipikirin ga pernah dilakuin, buat apa? (dari pada melamun kan?) Direncanain ga pernah dilakuin, buat apa? (menuhin kertas kali) Urusan kecil diperbesar (belum bisa mencari solusi) Suudzon terus, pesimis terus (meratapi kekurangan) Bilang aja terus ga punya waktu (segitu udah dikasih 24 x usia) Melakukan yang tak perlu dilakukan (belum bisa menentukan prioritas) Ga penting! Tolerir aja terus! --dialog saatbaru pulang-- "Kemana aja?" "Baru bertarung di jalan , Bu" "Bertarung gimana?" "Kan ibu tahu kalau teteh street fighter. Masa lupa, Bu?" --jam 21.00-- *sedih ga di sms* *nyampe rumah udah sepi* *belum makan malam, meja makan udah bersih* *oh, belum ngerjain PR* *dan kerjaan baru sudah menggunung* --rumah kata street fighter-- Rumah bukan lagi tempat tinggal, sudah menjadi tempat tidur. Bukan tempat makan, karena bukan rumah makan. Hanya tempat meminta uang jadinya (street fighter minta uang?) --diragukan-- ...

Precursor *

Tadi ada perkataan yang keluar dari mulut orang-orang yang banyak. Banyak banyak. Satu orang sudah banyak, dikali banyak orang. Ayah juga tadi berkata dan bertanya seputar rencana kuliah kami, (ya, kami bukan beta). Itu karena beta tanya duluan tentang Unpad yang katanya ga ada jalur undangan, jadi ayah balik tanya. Sebenarnya, ayah udah bertanya hal yang sama dari dulu waktu masih 2011, jadi tanpa dijawab pun ayah sudah tahu jawabannya. “ jadi dokter itu harus serius, karena objeknya adalah manusia” “ iya” “ aa juga kuliah tuh bukan bersantai,” . yang ini cuma ngangguk dulu “ aa dan teteh sudah tua besar (padahal beta merasa di sekolah enggak), kasih contoh buat adiknya, apalagi adik-adiknya mau ujian juga, belajar bareng,” (harapan yang mungkin tidak terwujud) “ iya” (sepertinya beta tidak pernah belajar bareng kakak, sekalinya beta belajar bareng Cuma saat olimpiade aja, itu pun kakak yang nyamperin) (eh pernah deng, waktu SD) (kalau belajar bareng adik sering) “ kalau adiknya...

Di Gua Tsur

Sebuah tempat yang terletak di gunung Tsur, saksi atas sebuah peristiwa. Setelah Nabi bertemu dengan Abu Bakar di tengah jalan, mereka lalu jalan bersama-sama menuju Gunung Tsur. Dalam perjalanan itu, Abu Bakar sebentar berjalan di muka Nabi, sebentar di belakang beliau, lalu di kanan, dan sebentar di kiri, demikianlah sampai berulang-berulang. Oleh karena itu, Nabi bertanya kepadanya, “ ada apa wahai Abu Bakar? Aku tidak mengerti perbuatanmu ini,” Abu Bakar menjawab, “Ya Rasulullah, saya teringat akan pengintai maka saya di muka engkau dan saya ingat akan pencari maka saya ada di belakang engkau; sekali saya di kanan engkau dan sekali di kiri engkau” Mereka sampai di Gunung Tsur pada malam hari. Abu Bakar masuk ke dalam gua itu terlebih dahulu, sedangkan Nabi masih di luar. Hal itu dilakukan kepada abu bakar karena cintanya pada beliau. Abu Bakar membersihkan bagian dalam gua itu, dengan maksud kalau-kalau ada binatang liar atau ular di dalamnya, karena gua Tsur terkenal dengan b...

Terlahir (terlatih) bisa Fisika

Kalau dipikir fisika itu ga ada gunanya. Eh, lebih tepatnya, ga nyata dalam kehidupan sehari-hari. Buat apa kita mengukur volume batu? Menghitung gaya normal si batu, lalu sudut elevasi yang tepat agar batu itu bisa dilempar lalu jatuh berada pada jarak 1m dari sisi sungai, lalu sesuai gaya archimedes, batu menggantikan volume air yang loncat sesuai dengan volume yang tercelupnya, lalu kemudian tenggelam dengan percepatan dan kecepatan tertentu, dipengaruhi oleh gaya gesek dengan air? Kalau dibilang buat digunakan sehari-hari, sepertinya gak usah belajar secara teoritis, nyatanya, kegiatan yang berhubungan dengan fisika itu adalah kegiatan yang terlatih, bukan terdidik. Tukang bangunan, terlatih bisa menerapkan fisika. Dia tahu kecepatan awal yang tepat agar batu bata yang dia lempar pada kawan diatasnya bisa menangkapnya. Temannya yang diatas juga sudah bisa memperkirakan pada detik ke berapa dia harus menangkap setelah kawannya melempar. Pemain bola basket juga sudah bisa memperkir...