Langsung ke konten utama

Postingan

hidupku lebih seru!

Fyuh.. pusing gara-gara nongkrong di depan laptop sekitar 2 jam tak henti, dan itu semua karena tugas BIOLOGI yang panjang yang tak kunjung selesai. Tapi, aku juga salah sih, ngerjainnya gak fokus. Malah buka ini-itu, malah baca komik online, duh duh hadi mau jadi apa nanti?? (jawab:dokter) Akhirnya penyegaran kembali dengan solat dzuhur. Oh iya hadi, jangan lupa nanti malam harus sholat istikhoroh! Lalu, satuhal yang menarik yang sedang aku pikirkan sekarang adalah...tentang kehidupan orang lain. Bu Endah benar, setiap orang punya sejarah masing-masing yang seru dan menarik. Aku selalu berfikir andai aku jadi si itu, andai aku ada di kehidupannya si naruto, di komik conan, berpetualang sama luffy, de-el-el. Seru kan kayaknya, Tapi sebenarnya, sejarah hidupkulah yang lebih seru. Ya, seru karena aku melakukan hal-hal yang tidak seru (-,-) ah tidak, biar aku yang mewarnai kertas hidupku sendiri. Dan banyak orang (ehm..maksudnya tokoh) yang mengi...

Dokter, oh Dokter

Hari ini Dhyra harus check up lagi ke dokter. Dia sedang menjalani terapi penyembuhan penyakitnya. Dokter langganannya, namanya dokter Aria. Dokter Aria ahli pengobatan totok, Dhyra disarankan olehku agar terapi kesana, karena menurutku cocok untuk penyembuhan penyakitnya. Dokter Aria adalah kakek bagi cucu-cucunya –yaiyalah-. Maksudnya, cucunya udah ada 4. Biarpun sudah bercucu, tapi masih sehat untuk menjadi perantara menyehatkan orang. Aku juga menyarankan Dhyra ke dokter Aria karena aku pernah berobat kesana. Tapi justru Dhyra malah jadi lebih sering. Dhyra sampai hafal mobilnya Dokte Aria. Dokter Aria juga sudah kenal Dhyra, karena sudah 2 tahun Dhyra berobat padanya. Setelah berobat ke dokter Aria, aku membonceng Dhyra, maksudku mengantarnya dengan sepeda motor, aku yang mengendarainya, ke klinik pak dokter. Pak Dokter Totoh namanya. Dokter Totoh adalah dokter pertama bagi Dhyra. Maksudnya, Dhyra kenal pertama kali kenal dokter itu, dokter...

kata orang hadi itu.. #2

nglanjutin posting yang di bawah.. Pertama kenal hadi waktu hari pertama KBM dimulai (bingung mau duduk sama siapa). hari pertama kita kenal, kita udah kembaran (baju olahraga SMP kita sama, warna kuning) Hadi orangnya bisa lari lebih cepat dari aku. orangnya kadang pendiam, kadang bawel, pintar, soleh, baik hati. tapi kadang juga pundungan. hehe. Jago gambar juga : D Awal perjuangan DKM di Sman 20 kita barengan, pernah ikut "WC" akhwatnya cuma kita. pernah ikut LKO akhwatnya cuma kita (kita ngeksis ya. haha) tempat duduk awalnya damai. tiba-tiba suatu hari datang sesorang berbadan tinggi dan besar di depan kita (tau kan siapa?) awal sekolah suka bekel bareng. pernah nyeblak bareng. jualan pepmpek, brownies Amanda , tukar beli kerudung, wudhu di tempat akhwat, dll. Hadi, kadang dewasa, kadang masih seperti anak-anak. pernah ikut olim biologi bareng. kata teh Maira dan teh Atria kita kaya kembar. kemana-mana berdua. hahaha (waktu kelas XI) - novi Hadi itu temen satu...

kata orang hadi itu.. #1

lihat binder, lihat ini, jadi inget,  Hdy itu lebih muda dari aku..hha (jelas banget) imut soalnya kecil..eits salah, maksudnya mungil kadang suka memotivasi aku, walau dia lebih muda tapi aku suka minta pendapatnya.. - novi , menandatangani "Hdy" itu seperti adik, kakak, sahabat, bahkan guru. Dia itu bagaikan ibu guru yang "exclusive" karena kita dapat menceritakan semua masalah yang kita alami. saking ecsclusive-nya ia selalu mendengar, mengerti, dan memotivaasi kita agar tetap semangat dan bersyukur. Haha, makasih hadiati rabbani Maaf sudah menyamakanmu dengan ibu guru, tapi tetap hadiati itu EXCLUSIVE (waktu kelas X) hadi..orangnya baik, ramah, asik, mandiri, kirain hadi teh pendiem, ternyata... heboh juga. hadi 'kecil-kecil cabe rawit' =). hadi pinter suka ngajarin akku kalo ga bisa. Sekarang hadi udah bisa diajak gj-gj-an dan gila-gila-an (jadi tambah seru hahay). orangnya asik kalau diajak curhat. hadi itu menurut aku anak yang solehah, tida...

first step

langkah pertama memang sulit. tapi tidak akan ada sejuta langkah kalau tidak ada langkah pertama.

dunia dan akhirat itu...

sejalan bukan seimbang