Langsung ke konten utama

kata orang hadi itu.. #1

lihat binder, lihat ini, jadi inget, 

Hdy itu lebih muda dari aku..hha (jelas banget)
imut soalnya kecil..eits salah, maksudnya mungil
kadang suka memotivasi aku, walau dia lebih muda tapi aku suka minta pendapatnya..
-novi, menandatangani

"Hdy" itu seperti adik, kakak, sahabat, bahkan guru. Dia itu bagaikan ibu guru yang "exclusive" karena kita dapat menceritakan semua masalah yang kita alami. saking ecsclusive-nya ia selalu mendengar, mengerti, dan memotivaasi kita agar tetap semangat dan bersyukur.
Haha, makasih hadiati rabbani
Maaf sudah menyamakanmu dengan ibu guru, tapi tetap hadiati itu EXCLUSIVE (waktu kelas X)
hadi..orangnya baik, ramah, asik, mandiri, kirain hadi teh pendiem, ternyata... heboh juga. hadi 'kecil-kecil cabe rawit' =). hadi pinter suka ngajarin akku kalo ga bisa. Sekarang hadi udah bisa diajak gj-gj-an dan gila-gila-an (jadi tambah seru hahay). orangnya asik kalau diajak curhat. hadi itu menurut aku anak yang solehah, tidak sombong, dan rajin menabung (meureun =)) tapi solehah sama tidak sombong mah beneran asli, ga meureun. sarranghae HDY (tulisan beken hadi haha) (waktu kelas XI)
-sarah, menandatangani

Hadi itu lucu sekali, kecil, imut-imut haha tapi pinter saya juga terkalahkan, heu
-nila, menandatangani

Hdy Rabbani itu lucu kaya anak kecil, awet muda lah..hehe
orangnya pinter...humoris..heuheu
tapi dinda pingin nanya. kenapa hadi ga mau di foto..hehe
-dinda zahra, menandatangani

Hadi itu orangnya rajin, lucu, imut, kayak kakak da adik. aku nyimpen 1 foto hadi lho...
-irfan, belum menandatangani (belum beres kayaknya)

Hadi? Hadi itu yaa temen aku.. haha
Hadi itu pinter (bgt) makan apa sii hadi??
walaupun Hadi itu adik aku (kan lahirnya '95) dia bisa jadi lebih dewasa dari aku, trus hadi baik, sabar banget, padahal aku sering nanya-nanya pelajaran. maaf ya hadi..
Hadi best ia...
-aya, menandatangani

pertama lihat hadi, kirain pendiem, cicingeun. tapi ternyata gak. hadi tuh  ya, rame, pinter, mau meng-gj bersama, gampang akrab, nyaman lah kalo deket hadi teh. apalagi di rumah hadi, betah da : D
yang ga disuka teh apa ya? mm.. ga ada, baik banget soalnya, hehe
jangan bosen ngajarin aku ya hadi, sukses slalu buat kita, cita-cita tercapai. amin
-alfi

Hadi itu lucu, baik, rame. Meskipun orangnya kayak anak kecil tapi sifatnya deawasa : D. aku senang bisa kenal hadi. Hadi udah kayak adikku sendiri. hehehe.
-puput

Hadi orangnya rame, pintar, baik, tapi kadang-kadang ngeselin kalo lagi sama aku. Hadi seneng banget ngerjain aku kalo lagi pulang bareng. walau begitu, hadi sebenarnya baik, perhatian.
Hadi orangnya mudah bergaul dengan yang lain (hadi ajarin aku ya!) aku senang bisa kenal hadi =)
-nur

Haaaadi, di mata aku gatau di mata hati aku,
Hadi baik, cerewet, simple, pinter, jago gambar, asik tapi kadang-kadang suka mukul-mukul aku, tapi meureun itu teh tanda sayang, hmmm
wkwk (gr)
-sri

hoaa...masih banyak!!
biar gak bosen bacanya, hadi lanjutin di termin ke 2 (serasa diskusi)
*makasih buat orang-orang yang tadi aku sebutin di atas atas komentarnya, semoga hadi bisa memperbaiki diri.. amin*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalur Belakang

cuma mau cerita, ga bermaksud dicontoh, kecuali Anda menemukan hal yang patut untuk dicontoh Tadi pagi, aku jadi anak nakal FK. Kenakalan mahasiswa untuk pertama kalinya (rasanya begitu). Kalau cari pembenaran, banyak. Ini bukan salahku. Aku sudah punya rencana. Informasinya telat. Yang lain juga begitu. Tadinya ga akan kaya gini bu, cuman... bla bla bla . Mungkin aku bilang begitu, kalau nanti ibu asrama tanya. Aku sudah punya rencana, kalau Sabtu pagi pagi seperti aku berangkat sekolah, aku akan pulang ke Bandung. Aku punya rencana dan janji yang ingin ditunaikan, sekaligus menghilangkan homesick bulan september. Tapi, ancaman ini datang malam sebelumnya. Sekitar 10 jam sebelum aku akan keluar dari asrama. Jrengjreng... jarkom telat. Kalau seharusnya, hari ini, 2012 fk, wajib ikut lustrum XI, peringatan dies natalis fk ke 55. Dengan dresscode batik. Rencana pulang bukan aku saja yang punya. Cobalah, kau tanya anak-anak bandung, atau sekitarnya, bahwa pulang ada di age...

SOOCA perdana :')

Hai! Hari ini hari yang penting bagi kami. Hari yang mungkin merupakan klimaks uts. Ada ujian apa? ada sooca ! Ye!!! Jadi ujiannya sih sebenernya biasa aja. Sebenernya. Tapi, uts disini tuh berasa berattt... banget. Masa galau Cuma uts doang? Ya mungkin uts perdana kali ya. Tapi sama deg-degannya dengan mau ngadepin snmptn. Pusingnya juga. Capenya juga. Setelah melewati tahap satu dengan 200 soal bahasa inggris atau yang kemudian disebut dengan MDE atau multidisplinary examination part satu tentang biokimia, lalu tahap dua, ujian CRP atau clinical research program yang ujiannya menurutku out of the box, hari ini, tahap yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilewati dengan penuh kesungguhan, harapan, dan harus prognosis yang ad bonam , yang katanya sih, kamu harus bilang ‘wow’, yaitu sooca yang sesuatu banget. Sooca itu ujian lisan. Pertama kita dateng pagi-pagi. Terus diisolasi dalam ruangan yang kamu Cuma bisa melihat, bernafas, dan pada akhirnya belajar! Atau ...

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...