Ditulis 2 setengah bulan setelah saya bilang: my koas life officially end!
Kata orang, "gak kerasa ya Had," tapi bagi saya kerasa banget.
Stase penutup kehidupan koas saya adalah stase anak. Hamdalah, ditutup dengan baik. Banyak banyak banyak banget yang ingin dishare, tapi saya gak sanggup buat nulis itu (lagi). Stase yang seharusnya sembilan minggu ini kena korting seminggu karena tuntutan ujian, ramadhan, dan waktu-waktu lain.
Stase yang dulu saya mau memperpanjang pengalamannya karena sempat terpikir mau jadi spesialis anak, tapi gak mau jadi residennya. (gimana caranya coba).
Stase pelipur lara karena kami banyak main dengan pasien-pasien anak yang lucu dan menggemaskan, melihat anak-anak yang sudah merasakan arti berjuang sedari dini untuk menghadpi penyakitnya.
Stase yang amat melelahkan bagi saya. Karena saya lagi-lagi dituntut untuk melakukan banyak hal. Stase anak saya bertepatan dengan bulan Ramadhan. Stase anak ini menjadi kambing hitam ketidakfokusan saya mengoptimalkan bulan Ramadhan. Selain itu, karena ini stase terakhir, dipikiran saya adalah saya ingin segera menyelesaikan kehidupan yang menyesakkan ini (re: koas). Tapi disatu sisi saya belum siap menghadapi UKMMPD. Bagai hidup enggan mati tak mau. Dalam keadaan itu, bukannya saya memaksimalkan hidup saya (belajar di stase anak dengan maskimal) atau menyiapkan akhir kehidupan saya (belajar untuk UKMPPD), disaat orang-orang melakukan salah satu atau bahkan keduanya, saya malah lari dengan cari kegiatan lain. Dengan soksokan saya ikut challenge menuliss 30 hari selama bulan Ramadhan, yang artinya saya justru nambah-nambah kerjaan.
Dulu saya takut masuk ke stase ini, mendengar cerita teman-teman. Ilmu Kesehatan Anak, seperti yang saya tulis sebelum-sebelumnya, adalah salah satu bidang spesialisasi yang ingin saya tempuh. yang menguatkan saya tentunya salah satunya adalah dokter pembimbing skripsi saya dulu, juga beberapa dokter spesialis anak lainnya yang baiknya kebangetan kayak preseptor saya. Walaupun kalau ke koas pasti galak sih haha.
Dan akhirnya sederhana sekali, kami kembali kepada diri masing2 menyiapkan akhir kehidupan koas ini.
***
Ditulis setelah ujian, di pos setelah officially beres, feel nya jadi kurang kerasa saking sangat terlambatnya.. Maafkan
Dan akhirnya sederhana sekali, kami kembali kepada diri masing2 menyiapkan akhir kehidupan koas ini.
***
Ditulis setelah ujian, di pos setelah officially beres, feel nya jadi kurang kerasa saking sangat terlambatnya.. Maafkan
Komentar
Posting Komentar