Langsung ke konten utama

KKNM #2 suka dan akan rindu

Hari ini saya sudah sampai rumah,


Saya tidak menyangka, sebulan yang dahulu ingin saya skip, sekarang saya ingin minta perpanjangan. Karena otak saya masih tumpul untuk menerima sistem baru. Kebiasaan sebulan masih melekat dalam tingkah laku.

Saya menyadari bahwa akhir ceritanya tidak begitu baik. Tapi tiap kita bukan anak kecil lagi. Tau lah, bahwa diri jangan egois, jangan terlalu berharap pada yang lain, namun kau tetap butuh kehadiran mereka seegois apapun kamu. Bahwa kalau kamu baik jangan lah menanggung dalam berbuat. Bahwa rupanya kamu suka atau tidak itu adalah pilihan. Mengapa memilih untuk susah, bila kau punya pilihan untuk bahagia?

Terima kasih untuk sebulannya dan Hadi minta maaf, karena pada awalnya Hadi sangat pendiam gabisa senyum dan sulit untuk merasa ada. Hanya bingung untuk menempatkan saja.

Karena saat disana kalian berhasil membuatku begini sekarang.

"Hadi edan" ala nada dangdut "kali merah"
FPH yang P nya bisa berubah tiba-tiba. Front Pembela Hadi atau Pembully Hadi
Anak kecil karena muda, sok imut, dan pake rok merah kaya anak sd.
"Hadiati!!" Ketika aku berbuat hal konyol lalu diteriakin.
"Atama" yang bikin nangis padahal ga lucu sama sekali.
Rumah dengan tingkat kompetisi yang sangat tinggi dalam hal bertahan hidup.

Wajar lah kalau (merasa) dekat, sudah makan bareng, tidur seatap, dan melakukan safar bersama. 3 syarat kedekatan sudah terpenuhi.

Jadi? Ketemu lagi atau tidak, tetap sukses ya.
Pribadi sendiri bersyukur kepada Allah sudah dipertemukan orang-orang sehebat dan sebaik kalian. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalur Belakang

cuma mau cerita, ga bermaksud dicontoh, kecuali Anda menemukan hal yang patut untuk dicontoh Tadi pagi, aku jadi anak nakal FK. Kenakalan mahasiswa untuk pertama kalinya (rasanya begitu). Kalau cari pembenaran, banyak. Ini bukan salahku. Aku sudah punya rencana. Informasinya telat. Yang lain juga begitu. Tadinya ga akan kaya gini bu, cuman... bla bla bla . Mungkin aku bilang begitu, kalau nanti ibu asrama tanya. Aku sudah punya rencana, kalau Sabtu pagi pagi seperti aku berangkat sekolah, aku akan pulang ke Bandung. Aku punya rencana dan janji yang ingin ditunaikan, sekaligus menghilangkan homesick bulan september. Tapi, ancaman ini datang malam sebelumnya. Sekitar 10 jam sebelum aku akan keluar dari asrama. Jrengjreng... jarkom telat. Kalau seharusnya, hari ini, 2012 fk, wajib ikut lustrum XI, peringatan dies natalis fk ke 55. Dengan dresscode batik. Rencana pulang bukan aku saja yang punya. Cobalah, kau tanya anak-anak bandung, atau sekitarnya, bahwa pulang ada di age...

SOOCA perdana :')

Hai! Hari ini hari yang penting bagi kami. Hari yang mungkin merupakan klimaks uts. Ada ujian apa? ada sooca ! Ye!!! Jadi ujiannya sih sebenernya biasa aja. Sebenernya. Tapi, uts disini tuh berasa berattt... banget. Masa galau Cuma uts doang? Ya mungkin uts perdana kali ya. Tapi sama deg-degannya dengan mau ngadepin snmptn. Pusingnya juga. Capenya juga. Setelah melewati tahap satu dengan 200 soal bahasa inggris atau yang kemudian disebut dengan MDE atau multidisplinary examination part satu tentang biokimia, lalu tahap dua, ujian CRP atau clinical research program yang ujiannya menurutku out of the box, hari ini, tahap yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilewati dengan penuh kesungguhan, harapan, dan harus prognosis yang ad bonam , yang katanya sih, kamu harus bilang ‘wow’, yaitu sooca yang sesuatu banget. Sooca itu ujian lisan. Pertama kita dateng pagi-pagi. Terus diisolasi dalam ruangan yang kamu Cuma bisa melihat, bernafas, dan pada akhirnya belajar! Atau ...

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...