Langsung ke konten utama

#2 semangat capai tujuan

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, pernah ikut semacam training camp.
Pembicara menyampaikan tentang neuro linguistic programme, juga salah satu yang kuingat juga tentang pencapaian, pencapaian yang sederhana saja.
Metode chunking, ini sudah umum sepertinya. ibarat makan seekor sapi, tidak menelannya sekaligus. Pencapaian tujuan pun begitu. Oleh karena itu, kami disuruh untuk mencoba men-chungking impian masing-masing. ya, yang umumnya kita men-chunking cita-cita masing-masing.sampai benar-benar realistis apa yang harus dilakukan.Chunking down.
Dan inilah, kebanyakan orang tidak lakukan. Men-chunking up cita-citanya. Memang hadi setelah jadi dokter mau apa? kebanyakan berhenti sampai situ. jadi, lalu, kami disuruh men-chunking up sampai benar-benar ketemu, cita-cita itu di titik yang sama. apa hayo?
Lalu, setelah subuh, kami membentuk lingkaran kecil. Dan masing-masing menceritakan apa yang dichunkingnya, kemarin.
D : Apa yang hadi chungking?
H : mmm.. sama kaya yang lain, tapi yang aku lebih spesifik.
D : Ya, gapapa.
H : Masuk ke pendidikan kedokteran lewat snmptn jalur undangan
R : jalur apa itu?
H : mungkin mirip PMDK?
D : Lalu, bentuk real apa yang akan dilakukan untuk itu?
H : (mempresentasikan)
D : Setelah itu mau apa?
H : sama seperti yang lain, karena tujuan kita sama kan?
Dan pemetaan ini, mirip seperti kejadian sekitar lima setengah tahun yang lalu.
Setelah pencapain ini berhasil, saatnya maju. ke pencapaian selanjutnya.lanjutan chunking up. tapi sebelum berfikir ke sana, aku diam. Rasanya tidak pantas atas pencapaian ini. Menyesal. Aku malu atas apa yang sudah aku lakukan untuk-Nya. tapi, harus mengakhiri apa yang sudah aku mulai. Menguatkan diri untuk istiqomah. 
A : wah.. teh selamat ya!
H : Iya jazakillah khair
A : di mana teh?
H : alhamdulillah unpad
A : teh, kenapa gak ke itb aja?
H : sempat mikir gitu, tapi, insya Allah gak nyesel
A : Bener?
H : Insya Allah engga
A : Kenapa?
H : Seengganya, pernah ngerasain jadi 'mahasiswa ITB' 6 minggu. hahaha. kamu aja yang semangat ya di ITB-nya!
A : Kan belum -,-
H : Belum itu kan akan.

Walau, jalan kita beda, tapi insya Allah satu tujuan kan? jangan berhenti, biar lambat, yang penting gak mundur. Dan kupastikan aku dibelakangmu, teman.

Semangat jalan. Ini jalan yang kutempuh. Jalan yang ingin Allah tunjukkan. Semoga tetap istiqomah.

Wah, susunan katanya kacau. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Students Day

6 September 2012, Unpad Ada student day. Ngapain? Ya, ga jelas , pamer UKM, parade fakultas, yang penting sih ketemu temen temen 20, temen temen smp. Hadi kaya anak ayam panda kehilangan induk. bukan, maksudnya ngebaur aja sama fakultas lain. Ke stand-stand bareng ifa sama temen-temennya (faperta), yang temen temennya ternyata sangat ingin masuk fk, dan sindrom itu muncul lagi di kepala. Ketemu temen-temen smp, ifa, pipah, aizzah, qonita, andra, ketemu sama temen-temen dua puluh, sama ichwan, sama endo, sama temennya yang aku kira kevin, sama novi, sama achmad yang ternyata satu fakultas sama andra, ketemunya bareng dan sama-sama manggil, terus pada pa pelong-pelong gitu mereka, manggil orang yang sama, haha, ga ngerti ah. Ketemu sama franklin sama sofah, cerita banyak. malah ngerasa jadi curcol sama mereka about what happen with hadi in FK. Terus cerita kalau mereka udah ketemu sama kakak hadi. dan berita sudah menyebar luas. Yang bodor itu ketemu sama kakak sendiri, tapi g...

another exam: ujian dalam ujian dalam ujian

Sedang tidak produktif menulis. Alasan yang terpikirikan hanya satu: kurang input alias baca. Baca sih, baca soal, outputnya berupa bulatan hitam di LJK. Baca draft osce, outputnya saat osce tadi dan outcomenya berupa nilai. Yeay! :D Oleh karenanya, saya mau nulis yang lebih tepatnya curhat tentang osce. Mulai dari kebagian jadwal osce yang diundur karena beberapa yang saya anggap banyak hal, hingga merasa diri ini bodoh karena ceroboh. Seperti postingan satu semester yang lalu tentang osce , osce itu suatu ujian yang cuma 2 sks tapi belajarnya aduh-aduhan. Tapi pasti worth it, karena ini tentang skill klinis seorang dokter. Hadi lebih suka menyebutnya dokter-dokteran. Oleh karenanya, wajib dapet A tanpa minus, karena memang kenyataannya ga ada A(-). Jadi ceritanya, saya dan 68 orang kurang beruntung lainnya, yang kebagian jadwal ujian hari Kamis dipulangkan setelah menunggu 3 jam dan datang pagi-pagi kehujanan  (penuh penekanan) karena alasan yang tidak bisa saya sebu...

tutor #2

tendy-assica-icha-dila-cibi-rikho-diyar-wardah-nisa-hadi-salma Tutor B2 *berprestasi banget* Iya, ini tutor berprestasi banget, soalnya dosen wali kita adalah jeng. dosen wali kita bukan dokter! yang terkenal di dunia per-lab-act-an tahun satu, yang akan mendoakan setiap laki-laki agar menjadi imam yang baik, yang siapa cepat dialah yang berprestasi. Iya, jadi ceritanya baru sekitar sebulan yang lalu kita dikasih (?) dosen wali, dan betapa terkejutnya kita dapet beliau ini, sementara yang lain dosen walinya dokter... apalagi yang grup e-f, dokternya dokter yang zaman kekinian, masih muda. Yaudah sih, biar jadi tutor berprestasi. Foto ini diambil hari senin pagi, waktu tutor case hypoglicemia, sama dokter tutornya. Asli, tutorialnya saat itu, ga seperti arus tutorial, karena tutor kita saat itu adalah... dr.syamsudin :D. Kadept biokimia, yang baik banget, selalu ngasih LO* #eh , iya katanya dokter ini tuh suka bagi-bagi coklat, tapi pas di tutor kita ga pernah tuh...